Breaking

Selasa, 21 Agustus 2018

Pasca OTT Petinggi PDAM Tirta Sakti,Produk Air mineral 'SEGAR' Gulung Tikar ?


Kerinci,-Beberapa bulan belakangan ini, dipasar tidak terlihat keberadaan air mineral berlogo Segar, yang merupakan produk PDAM Tirta Sakti Kerinci.

Selain itu juga beredar isu, perusahaan Segar telah tutup. Kabar ini cukup beralasan, pasalnya beberapa waktu lalu, bebrepa petinggi PDAM Tirta Sakti Kerinci, tertangkap tangan oleh pihak penyidik kepolisian dan saat ini dalam proses hukum di pengadilan Tipikor Jambi.

Disamping berhembus isu tutup, seorang pedagang di Kerinci, Rani, juga mengakui beberapa bulan terakhir tidak menjual produk Segar lagi.

“Ya, sudah beberapa bulan ini, Air minum segar tidak masuk, kalau masalah tutup atau tidak kami kurang tahu,” ungkap Rani.

Terkait Segar yang tidak produksi beberapa bulan terakhir, dibenarkan Manager PDAM Tirta Sakti kerinci, Bambang. Namun dia mengakui, dalam proses perbaikan sarana dan prasarana.

“ya, sudah tiga bulan kita tidak produksi, Ini karena permasalahan peralatan serta kesulitan bahan baku. target kita Bulan ini bisa selesai, tergantung dana,” beber Bambang.

Untuk perbaikan peralatan dan kebutuhan bahan baku, sebut dia, pihaknya sudah mengajukan anggaran sebanyak Rp 400 juta.

“untuk produksi, kita masih menunggu realisasi anggrannya, dana yang kita butuhkan sekitar Rp 400 juta, kita targetkan Bulan ini sudah kembali berproduksi,” tutur Bambang.

Penuturan dia, perkembangan usaha air mineral Segar dibawah naungan PDAM Tirta Sakti Kerinci, berjalan dengan baik. Malah menurut dia, Segar justru memperoleh keuntungan, namun bukan dalam berbentuk tunai. Sebagian besar keuntungan, ungkap dia, dalam bentuk piutang yang menumpuk. Selain itu, pihaknya kesulitan untuk dalam penagihan.

“Piutang kita banyak di toko-toko, namun sayangnya ada beberapa toko yang tidak bisa ditagih karena tutup,” sebut dia.

Kedepan agar jangan terjadi penumpukan piutang, sebut Bambang, pihaknya akan merubah sistem pembayaran pelanggan. 

“kedepan kita ubah sistem bayar secara tunai. Karena kita beli bahan baku tunai,” tandasnya.(die)

Dikirim dari telepon Mi saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman