Breaking

Selasa, 04 September 2018

Pembangunan Gedung Serbaguna Desa Koto Salak Mengunakan Dana Desa Dinilai Warga Asal Jadi

Kerinci,-Pembangunan gedung Serba Guna Desa Koto Salak dinilai cacat mutu oleh warga setempat.Pembangunan yang mengunakan anggaran Dana Desa tahun 2017 tersebut dinilai warga  tidak sesuai dengan spesifikasi.

Mereka menilai pembangunan gedung serbaguna itu banyak terdapat kejanggalan. Sedikitnya ada sembilan item penting yang menjadi temuan.

"Kami akan melaporkan terkait pembangunan gedung serba guna ini,gedung serbaguna yang dibangun, diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal atau tidak sesuai spesifikasi.Disamping itu,kami menduga besi yang digunakan merupakan besi bekas atau rongsokan.Setidaknya ada sembilan item,"ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada jambideadline.com.

Ia menambahkan,tahun 2017 adalah  tahun awal pembangunan gedung serbaguna desa koto salak yang  telah di anggarkan pada tahun sebelumnya 2016 yang lalu.Dengan melibatkan masyarakat dan lembaga yang ada di desa tersebut, tetapi pada tahun berikutnya 2017, diduga setelah anggaran desa  yang telah di dianggarkan oleh pemerintah pusat dana desa mencapai satu milyar rupiah perdesa tersebut,tidak lagi adanya dilakukan musyawarah.Hal ini membuat masyarakat menduga kepala desa koto salak seolah-olah menutupi anggaran yang dikelola dari itu kami menduga adanya indikasi sebagai berikut :

1. Diduga anggaran dana desa tidak tersalur dengan benar sesuai ketentuan

2. Diduga dana pembangunan gedung tahap pertama tidak di Iakukan
sepenuhnya.

3. Diduga pembangunan tidak sesuai dengan perencanaan spesifikasi.

4. Diduga material masih menggunakan besi bekas/besi robgsokan

5. Diduga pembangunan tidak sesuai percncanaan/perancangan awal dengan benar

6. Diduga fondasi dan tapak gajah tidak di lakukan dengan benar

7. Diduga pengawas dan tim PHO tidak mengawasi pekerjaan tcrsebut

8. Diduga pekerjaan gedung serbaguna tersebut dibangun asal jadi.

9. Diduga pembangunan gedung tersebut bemasalah dan di anggarkan kembali pada tahun 2018 yang saat ini dalam tahap pcngerjaan.

Sementar itu,Kepala Desa Koto Salak,Hilman kepada media ini membantah semua tuduhan yang dilayangkan.

"Tidak benar itu,semua sudah kita jalankan sesuai standar pekerjaan,kalau memang ada temuan silahkan pihak inspektorat untuk memeriksa,"jelasnya.(Die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman