Breaking

Sabtu, 08 September 2018

Pembangunan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengolahan Limbah Organik menjadi biogas (DAK),Diduga Asal Jadi,Ikhsan : Akan Kita Laporkan

Sungaipenuh,-Meski papan merek  tampak terpasang oleh pihak rekanan dilokasi pekerjaan proyek pembangunan pengadaan sarana dan prasarana pengolahan limbah organik menjadi biogas (DAK) dilokasi Sungai Liuk kecamatan pesisir bukit,Namun,sejumlah kejanggalan dalam pekerjaan sangat tampak dilakukan oleh pihak rekanan yang mengunakan CV.Ninda Gemilang.

Ikhsan muklisin daratoni ketua LSM jamtosc,kepada jambi deadline.com mengatakan,hasil pantauan dirinya dilokasi,tampak papan merek sudah dipasangkan oleh pihak rekanan,namun yang paling harus diketahui,bahwa didalam papan merek tersebut,tidak disebutkan berapa jumlah pagu dana dalam pekerjaan proyet tersebut.

"Ini pengawas dari LHnya mana,kok dibiarkan saja pekerjaan seperti ini.Kita sudah pantau dilokasi,memang pihak rekanan memasang papan merek,tetapi jumlah pagu dananya tidak disebutkan,saya menduga ini sengaja dilakukan oleh rekanan untuk menutupi jumlah pagu dana dari lembaga pengawasan termasuk LSM  dan pers,"ungkapnya.

Disamping itu lanjut ikhsan,ketiadaan papan merek sudah melanggar UU tentang informasi publik.

"Ketiadaan papan merek aja itu udah menjadi temuan,ini mengacu pada  UU Nomor 14 tahun 2008 tentang informasi publik,"ungkapnya lagi.

Ia menambahkan,kejanggalan pekerjaan tidak hanya papan merek saja,dari spesifikasi pekerjaan ,diduga sangat jelas pihak rekanan memakai bangunan lama sebagai pondasi.
"kita menduga pihak rekanan memakai bangunan lama sebagai pondasi,(foto terlampir).ini sudah sangat menyalahi aturan dan akan kita laporkan,"jelas ikhsan.(die/tun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman