Breaking

Minggu, 02 September 2018

Ternyata,Aktivitas Penambangan Diduga Tanpa Izin 'Menjamur' DiGunung Raya,warga : Pak polisi,tolong dong diusut

Kerinci – Masyarakat mendesak pemerintah untuk secara serius membenahi aktivitas pertambangan yang berpotensi menyalahi aturan. Selain peningkatan pengawasan, penegakan hukum, dan penerapan regulasi perizinan juga harus dikontrol, sehingga aktivitas penambangan ilegal bisa dicegah.

Penambangan yang muncul di kawasan Danau Lingkat Lempur, Kecamatan Gunung Raya sejak beberapa tahun ini terus berkembang hingga ke pinggiran Danau, kondisi ini terkesan dibiarkan oleh aparat pemerintah dan penegak hukum di Bumi Sakti Alam Kerinci.

Di jalan masuk menuju Objek Wisata Danau Lingkat di kiri jalan tersebut ada tiga lokasi penambangan, dan saat ini masih aktif, salah satu lokasi tepatnya di pinggir danau adalah lokasi penambangan baru.

Pantauan dilokasi, sabtu 01/09/2018. Tampak aktifitas alat berat dan sejumlah mobil truk dan pick up mengambil material di lokasi tersebut.

Informasi dari warga sekitar tambang tanah, batu dan pasir tersebut merupakan milik pak H. Nanin, nama H. Nanin sudah cukup poluler di lempur dan Kerinci. Hanya saja disayangkan pemerintah dan aparat penegak hukum tidak melakukan tindakan.

Warga berharap jika memang menginginkan usaha tambang, seharusnya dengan aturan dan izin yang legal, sehingga dampak terhadap lingkungan bisa diatasi. “silakan usaha tambang, tapi harus ada izin, pak polisi tolong dong di usut” ungkap warga setempat.

Selain dilokasi itu jalan Danau Lingkat arah peyang juga terdapat lokasi tambang yang diduga illegal, lokasi itu dikabarkan pemiliknya adalah oknum polisi, dan Anom. (die/KT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman