Breaking

Senin, 26 November 2018

Aneh,Excavator Perikanan Kerinci Beroperasi Di Dua Lokasi Galian C

KERINCI-Dalam beberapa waktu belakangan ini aktivitas Galian C terus menjamur di Kabupaten Kerinci, bahkan dalam beberapa waktu ini sudah ada dua lokasi baru galian C di Kerinci.
Dua lokasi tersebut berada di Sungai Abu, yang beberapa waktu lalu diketahui lokasinya. Baru-baru ini ada lokasi baru yakni di Desa Belui Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh. Dua lokasi baru tersebut diduga merupakab lokasi galian c illegal, karena tidak jelas izinnya.
Ironisnya, aktivitas galian C di Belui Tinggi justru terbilang terstruktur yakni dengan memanfaatkan alat berat milik Dinas Perikanan Kabupaten Kerinci. Bahkan, menurut sejumlah warga aktivitas galian c tersebut sudah berlangsung cukup lama.
"Ya, ada penambangan di wilayah desa kami. Saya tidak jelas bagaimana statusbya, yang jelas saya tidak pernah memberikan izin operasinya. Justru kami memprotes keberadaan galian c ini, karena aktivitas galian C membuat jalanan kami rusak,"ungkap Zulpakani, Kepala Desa Belui Tinggi.

Sementara itu, menanggapi akan penggunaan alat berat milik Dinas Perikanan Kerinci, Kepala Dinas Perikanan Kerinci, Syafruddin membenarkan bahwa alat berat yang beroperasi dilokasi galian c tersebut merupakan alat berat milik dinas Perikanan
"Memang benar itu alat kita, tapi alat itu dikontrak, dalam kontraknya dengan Dinas Perikanan pemanfaatannya hanya untuk pembuatan kolam, sampai sekarang kami belum cek kelapangan. Namun si penyewa mengaku apapun yang terjadi dilapangan itu jadi tanggung jawabnya,"terangnya.

Permasalahan ini sangat ironis, mengingat alat berat tersebut merupakan asset Pemerintah Kabupaten Kerinci. Dalam usaha menambah PAD bisa saja di kontrakkan, namun pada dasarnya tidak semestinya untuk kegiatan galian c.
"Masa iya tidak tahu akan alat beratnya disalah gunakan, harusnya Pemkab Kerinci membantu meminimalisir dampak buruk daei galian c bukan malah mendukungnya,"sebut yudi salah seorang warga Belui.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pemilik tambang, yang menyalahgunakan asset pemkab kerinci tersebut.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman