Breaking

Kamis, 24 Januari 2019

kecewa tuntutan jaksa, warga pentagen demo kejaksaan




Kerinci deadlinejambi - Ratusan warga Pendung Talang Genting (Pentagen), Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci menggelar aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri Sungaipenuh pada Jum'at 25 Januari 2019. Mereka keberatan atas tuntutan JPU Kejari Sungaipenuh terkait pelaku penyerangan, pembakaran, pengrusakan, dan penjarahan serta penganiayaan pada 2018 lalu.

Sebab, dalam dakwaan JPU menggunakan pasal 187 KUHP ayat 2 dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun pada saat tuntutan para terdakwa justru mendapat tuntutan  jauh lebih ringan dari ancaman hukuman.

 "Tetapi JPU hanya menuntut Jalaludin 2 tahun 6 bulan, Siti Saleha 2 tahun 8 bulan dan Muhammad Awal 2 tahun 6 bulan," ujar salah seorang warga Pentagen saat aksi dihalaman Kejaksaan Negeri Sungaipenuh.

Terhadap tuntutan itu warga sangat kecewa karena tidak sebanding dengan peristiwa yang terjadi, dimana puluhan  rumah warga dibakar  sebagian masyarakat Pentagen   mengalami kerugian besar.

"Puluhan rumah warga kami terbakar, dan korban luka saat diserang belum lagi beban psikologis yang masih kami rasakan sampai saat ini," tegasnya.

Setelah dari Kejaksaan, mereka bergeser ke Pengadilan Negeri (PN) Sungaipenuh, memohon kepada Hakim agar memberi keputusan yang seadil - adilnya terhadap terdakwa kasus tersebut, dan agar menegakkan supremasi hukum yang tepat terkait kasus tersebut.

"Kami mohon kepada bapak majlis hakim untuk memvonis berat para terdakwa, tidak seperti tuntutan JPU. Karena kasus ini bukan kasus ringan tapi kasus yang berat," ujar salah seorang korlap warga Pentagen dihalaman Pengadilan Negeri Sungaipenuh.

Sementara itu, Kajari Sungai Penuh Romi Arizyanto, mengatakan bahwa tuntutan yang diberikan JPU dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, baik itu memberatkan, maupun pertimbangan meringankan.

"Ada beberapa pertimbangan meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, dan beberapa terdakwa sudah berusia lanjut sekitar 65 tahun. dan tidak bisa berbahasa indonesia,
Selain itu juga ada perdamaian antara kedua belah pihak , kemudian masyarakat pentagen sudah menerima bantuan dari dinas sosial (antara terdakwa dan korban)," ungkap Kajari Romi Arizyanto.

Ditambahkan Romi, mengenai pasal yang diterapkan memang ancaman hukuman 15 tahun penjara, namun tidak disebutkan ancaman minimalnya


  1. " tuntutan yang diberikan JPU itu sudah tepat , sesuai dengan pertimbangan. namun pengadilanlah yang memutuskanya "ungkapnya...(skm..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman