Breaking

Selasa, 21 Mei 2019

Bawaslu Kerinci Segera Telusuri Caleg yang Diduga Gunakan Ijazah Aspal



Kerinci – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kerinci akan telusuri calon legislatif yang terindikasi gunakan ijazah Aspal alias Asli Tapi Palsu saat mendaftar sebagai caleg di KPU Kerinci.

Fatrizal ketua Bawaslu Kerinci dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menugaskan panwaslu setinjau laut menelusuri atas adanya dugaan caleg yang menggunakan ijazah Aspal. 

“Kita sudah menugaskan Panwaslu Kecamatan setinjau laut untuk menelusuri dugaan ijazah aspal tersebut dan di proses,” ujarnya.

Ia menegaskan, Caleg yang terindikasi menggunakan ijazah Aspal bisa disebut pelanggaran pidana pemilu dan terancam dengan jeratan pasal 520 UU RI No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja membuat surat atau dokumen palsu dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang memakai, atau Setiap orang yang dengan senjaga memakai surat atau dokumern palsu untuk menjadi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota untuk menjadi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.


“Sebagaimana dimaksud dalam pasal 254 dan pasal 260 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupaih,” pungkasnya.


Menurut sumber, DS mendaftar sebagai caleg menggunakan ijazah S1. Bahkan, ditengah masyarakat merasa heran, tiba-tiba nama DS spanduk atau baliho menggunakan titel S1 S.Pd, sedangkan DS tidak pernah kelihatan kuliah di Sumut.

“Kita heran, kapan dia (DS) kuliah? Tiba-tiba di spanduknya caleg menggunakan SPd,” ujar sumber.


Sementara DS dikonfirmasi enggan menjawab terkait dugaan menggunakan ijazah aspal tersebut. Bahkan dikonfirmasi via whatsapp DS justru memblokir kontak awak media ini.(tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman