Breaking

Jumat, 17 Mei 2019

Terkait Dugaan Ijazah Palsu.Fatrizal : Jika Terbukti Yang Bersangkutan Terancam Pelanggaran Pidana Pemilu

jambideadline.com,Kerinci – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kerinci akan terus menelusuri calon legislatif yang terindikasi gunakan ijazah Aspal alias Asli Tapi Palsu saat mendaftar sebagai caleg di KPU Kerinci. Fatrizal ketua Bawaslu Kerinci dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menelusuri atas adanya dugaan caleg yang menggunakan ijazah Aspal. “Akan kito telusuri dan di proses,” ujarnya. Dirinya menegaskan, Caleg yang terindikasi menggunakan ijazah Aspal bisa disebut pelanggaran pidana pemilu dan terancam dengan jeratan pasal 520 UU RI No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja membuat surat atau dokumen palsu dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang memakai, atau Setiap orang yang dengan senjaga memakai surat atau dokumern palsu untuk menjadi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota untuk menjadi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. "Permasalahan ini akan kita usut sampai tuntas,"ujar fatrizal tegas. Sementara itu,DS dikonfirmasi media ini melalui via WhatsApp tidak menjawab. Terkait hal tersebut, sejak berita dipublis pihak pengurus partai demokrat Kerinci belum memberi tanggapan soal calegnya diduga gunakan ijazah Aspal. Penelusuran media ini di situs forlap.ristekdikti.go.id , dengan memasukan nama DS, PTS dan nomor ijazah 335/STKIP-PB/XII/2011 tidak muncul alias tidak terdaftar. Untuk memastikan kembali, di situs ijazah.ristekdikti.go.id, DS ternyata status mahasiswa di keluarkan dari kampus sejak 2007.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman