Breaking

Rabu, 05 Juni 2019

'Malemang' Tradisi Turun Menurun Jelang Lebaran Mulai Ditinggalkan Masyarakat Kota Sungai Penuh Dan Kabupaten Kerinci



Jambideadline.com,SungaiPenuh-Lemang dalam bahasa Indonesia dan lamang dalam bahasa daerah Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci adalah makanan yang terbuat dari beras ketan dengan santan kelapa ,di masukan ke dalam bambu,kemudian dibakar dengan kayu.Bambu yang biasa digunakan adalah bambu (Buluh) talang dan bambu hutan.

Digunakan Bambu sebagai cetakah untuk membuat lemang gunanya adalah agar aroma dari Bambu tadi masuk kedalam beras ketan dan santan kelapa,membuat selera tergoda untuk mencicipinya.

Kebiasaan memasak Lemang ini biasanya dilaksanakan pada satu hari menjelang lebaran,memang dimaksudkan sebagai satu dari sekian hidangan pada waktu lebaran. Melemang sudah menjadi tradisi di berbagai daerah di Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci,sejak dari zaman dulu sudah dikerjakan turun termurun.Unik nya adalah acara memasak Lemang ini dilakukan oleh ibuk ibuk rumah tangga,karena merupakan keyakinan kalau ibuk ibuk lebih enak masakannya dari pada bapak bapak.

Ada berbagai macam Lemang yang dimasak satu hari menjelang lebaran hari raya,yaitu lemang yang asli tidak dicampur apapun kecuali santan kelapa saja,ada lemang yang diisi dengan kelapa dicampur gula enau ditempatkan ditengah tengah lemang disaat dimasak. Cara memasak Lemang adalah di posisikan bantang bambu berdiri dan disandarkan pada sebatang kayu yang panjang kira kira 3 meter dan dibawah kayu tsb di unggun api yang nyalanya ukuran sedang,menjaga Lemang tidak hangus.

Memang masih  banyak lagi tradisi yang dimiliki di seluruh wilayah Indonesia dan sampai sekarang masih terjaga dengan baik.Namun,menilisik beberapa tahun belakang hingga saat sekarang ini,tradisi melemang menjelang lebaran sudah mulai ditingalkan dibeberapa daerah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.Bahkan,tradisi 'malemang' yang selalu ada dari tahun ketahun ini terkadang malah ada yang sudah di modifikasi dengan mencampur dengan sistem moderen,namun ciri tradisional nya masih kental.

Zulkifli,tokoh adat Dusun Empih menilai bahwasannya, tradisi 'malemang' yang dari turun temurun dari zaman nenek moyang memang mulai ditinggalkan ,hal ini dikarenakan masyarakat mulai menggunakan sistim yang moderen.

"Ya,banyak hal yang membuat tradisi 'malemang' disetiap daerah kita mulai ditinggalkan,salah satunya dikarenakan masyarakat mulai memodifikasikan dengan sistim moderen.Kemudian,pada umumnya masyarakat saat ini tidak mau repot,mereka lebih memilih untuk membeli dan menerima dengan lemang siap saji,"Jelas zulkifli kepada media jambideadline.com.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman