Breaking

Senin, 15 Juli 2019

Galian C Tanpa Izin Resmi Terus Beraktivitas Dikerinci





Kerinci,–Aktivitas galian C ilegal di Kabupaten Kerinci hingga saat ini masih terus berlanjut. Meski tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah, namun lokasi penambangan material tersebut, tetap beroperasi tanpa adanya larangan dari petugas.

Data yang dihimpun di lapangan, saat ini terdapat puluhan lokasi galian C yang beroperasi tanpa izin. Lokasi galian C itu, tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Kerinci, seperti di Kecamatan Sulak, Danau Kerinci, Gunung raya.

Akibatnya, miliaran uang retribusi yang seharusnya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), menguap begitu saja tanpa ada yang mempersoalkannya. 

”Pemerintah sama saja melakukan pembiaran,” kata aktivis kerinci gusnadi.Padahal, sudah ada aturan yang jelas yang mengatur masalah galian C tersebut, baik untuk analisis dampak lingkungan, maupun besaran retribusi yang harus dibayarkan oleh penambang, dari setiap kubik bahan galian yang mereka kerok dari dalam perut bumi. 

”Ini benar-benar aneh. Padahal sudah ada aturan yang mengatur masalah ini, namun tidak dijalankan,” katanya. 

Gusnadi mengaku, dalam waktu dekat permasalahan  ini akan segera dilaporkan masalah galian C ini kepada pihak yang berwajib.

Seharusnya, setiap kubik hasil galian yang dihasilkan oleh penambang, 13 persen hingga 25 persen harus masuk ke PAD. Sedangkan satu lokasi saja, satu hari menghasilkan ratusan kubik hasil galian. ”Satu alat berat saja, satu hari bisa mengerok ratusan kubik. Sedangkan yang menggunakan alat berat tidak kurang dari 10 unit. Kalau saya hitung, setiap harinya ratusan juta retribusi yang tidak dibayar ke pemerintah,” tegasnya.

Belum lagi masalah dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat galian C tersebut, seperti rusaknya jalan, tebing yang rawan terjadi longsor, pencemaran air sungai, serta ancaman lain yang bisa membahayakan masyarakat secara umum.

”Rusaknya jalan disebabkan karena dilewati mobil bertonase tinggi yang mengangkut pasir setiap harinya. Padahal, jalan ini baru saja dibangun oleh pemerintah,” sebut warga ujung pasir, yang mengeluhkan kerusakan jalan yang diduga karena keberaaan lokasi galian C.

Seperti yang terjadi di daerah Lubuk Nagodang-Sulak Deras, dimana jalan terputus akibat adanya kegiatan galian C, sehingga kendaraan kesulitan melintas. Demikian juga di daerah sulak deras mudik, juga terjadi kerusakan jalan akibat keberadaan galian C.Dan begitu juga yang terjadi didaerah kecamatan lain di Gunung Raya.

Rusaknya jalan provinsi tersebut, dikeluhkan oleh warga Siulak Deras Mudik Kecamatan Gunung Kerinci. Bahkan sebagian warga mengadu kepada anggota dewan, dan meminta aktivitas tersebut segera dihentikan.

Parahnya lagi, sebagian besar aktivitas galian C tersebut tanpa izin resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah provinsi.

"Selama ini aktivitas gakian c tersebut sudah menggunakan alat berat seperti eskapator, sehingga dampak yang ditimbulkan semakin besar.Kalau sedang ada aktivitas galian C, air sungai menjadi keruh. Padahal, banyak warga yang menjadikan air sungai untuk kebutuhan MCK, "ujar warga (die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman