Breaking

Sabtu, 27 Juli 2019

Forum LSM-Pers Soroti Aktivitas Galian C Ilegal Di Siulak - Kayu Aro,Ternyata,Salah Galian C Ini Hanya Berjarak 5 Meter Dari Badan Jalan


Kerinci-Penambangan galian C ilegal kembali marak di Kabupaten Kerinci,Pantauan Forum LSM-Pers Kerinci -Sungai Penuh dilokasi Siulak dan Kayu aro,terdapat Tujuh lokasi galian C yang beraktivitas.Selain dapat merusak lingkungan dan tanpa mengantongi izin operasional, aktivitas tersebut banyak merugikan warga. Apalagi akses jalan rusak akibat mobil pengangkut galian C tersebut.

Lebih ironisnya lagi terpantau salah satu tempat penambang galian C yang berada di Siulak Deras hanya berjarak 5 meter dari jalan raya, sehingga ditakutkan nantinya berakibat fatal bagi lingkungan setempat.

Sayangnya, aktivitas melanggar hukum ini tak mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kerinci,bahkan dari Gubenur Jambi juga penegak hukum dan seolah aktivitas ini dibiarkan begitu saja, sehingga pengusaha tak jera kendati tak mengantongi izin.Hal ini justru membuat penambangan baru bermunculan.

Meski tak berizin, penambangan dilakukan terang-terangan tanpa menghiraukan siapapun , terpantau truk pengangkut hasil penambangan lalu lalang di jalan raya. Tak hanya itu, penambangan ilegal tersebut juga menggunakan alat berat.

Salah seorang warga Siulak yang tidak mau menyebutkan namanya kepada awak media pada Sabtu (27/7) mengatakan,Semua galian C tak memiliki izin resmi,bahkan warga sudah mulai resah dengan aktivitas ilegal ini 

"Disini cukup banyak bang,penambang galian c , bahkan warga sudah banyak yang resah karena seperti yang ada di Silulak derad itu galian c hanya berjarak 5 Meter dari jalan raya,”ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh salah satu pengendara yang ketika itu melewati area penambangan mengatakan,sangat terganggu dengan keberadaan galian c yang berdekatan di jalan raya.

”kita sangat tergangu Pak dengan adanya penambangan ini, saat kita lewat debunya sangat menganggu dan badan jalan juga sudah dipenuhi lumpur basah,dan ini menjadi masalah bagi kami yang hampir setiap hari melewati jalan ini,"sebutnya.

Ia menambahkan,dirinya tak mampu berbuat banyak bahkan untuk melaporkan sekalipun,hal ini dikarenakan duagaan dibalik aktivitas galian c tersebut banyak orang-orang hebat.

"kita tidak bisa berbuat apa – apa Pak, dan juga mau melapor tidak tahu bagaimana caranya, informasi dari masyarkat yang punya penambang tersebut diduga orang – orang hebat,seperti anggotanDPR,Kades bahkan kabarnya juga punya anggota Polisi,"ujarnya.

Ketua LSM Resfec,Doni Antonius mengatakan, beberapa lokasi penambangan di Kecamatan Siulak dan Kayu Aro  memang bukan lokasi tambang baru. Beberapa tahun lalu penambangan tak berizin tersebut mulai beroperasi dan tidak pernah tersentuh hukum.

"Memang benar lokasi galian c di Kecamatan Siulak dan Kayu aro itu,sudah beroperasi sangat lama hingga sekarang,belum tersentuh hukum,"Jelasnya.

Terpisah,Ikhsan Muchlisin Daratoni Menambahkan,Yang perlu jadi pertanyaan adalah,setiap kubik yang dibawa truk itu retribusi di dalam kawasan itu siapa yg diuntungkan? kemudian Yang jadi pertanyaannya,
1. Jika kepala daerah tak mampu menyelesaikannya maka ada dugaan/indikasi kuat masuk ke kocek2 pribadi melalui antaran sistim retribusi ekspedisi.

2. Dalam hal ini,lantas posisi pemerintah bagaimana ? Sama-sama memungut rentetan ilegal.

"Memang benar,saya mendengar pembicaraan beberapa kontraktor bila musim proyek rata-rata per hari bisa meraup keuntungan diatas 5 juta bahkan lebih, itu kata mereka,entah mereka memanasi atau tidak kita tahu itu.

"Kami berharap, Bupati Kerinci melalui Dinas terkait bahkan Gubenur Jambi melalui Dinas nya agar memaksa pemilik tambang untuk berhenti merusak lingkungan dan juga menyeret pemiliknya ke ranah hukum karena ini sudah banyak merugikan berbagai pihak,”pintanya.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman