Breaking

Senin, 22 Juli 2019

Tak Terima Pemain Di Kartu Merah,Wasit Diserang Ratusan Suporter Sepak Bola Dikerinci



Jambideadline.com,Kerinci,-Ratusan suporter Sepak bola tim Sungai Medang berbuat kerusuhan saat pertandingan melawan tim Cinop Fc pada babak perempat pinal piala ikatan pelajar dan maha siswa kemantan jambi (IPDMKJ),yang berlangsung di kemantan Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Jambi, senin (22/7/2019).
Kerusuhan terjadi setelah salah satu penyerang tim Sungai Medang ‘Defril Hidayat’ menerima kartu merah,sehingga pemain tersebut harus keluar dari lapangan,akibatnya ratusan suporter Sungai Medang yang berada dipingir lapangan langsung berlaribketengah lapangan mengejar wasit.
Mereka dengan leluasa masuk ke lapangan karna tidak ada pihak kepolisian yang menjaga pertandingan tersebut.
Manejer tim PS.Sungai Medang Asep, kepada media ini mengatakan,panitia pelaksana pertandingan ini tidak adil dalam mengambil kebijakan,yang membuat tim dari sungai medang merasa dirugikan,dan juga tim Talkab (talang kemulung) dimana dalam penyisihan fase graup terdapat tim yang tidak hadir dikalahkan dari tim yang dimenangkan mendapat nilai poin penuh dan gol juga dihitung.
“Kesebelasan yang seharusnya lolos malah tidak lolos,karena panitia sewenang wenangnya membuat peraturan yang merugikan kesebelasan sepihak,” kata Asep.
Dikatakan asep,wasit yang memimpin pertandingan Sungai medang Vs Cinop Fc tidak sportif dalam menganbil keputusan,sehingga merugikan tim dari sungai medang yang membuat kerusuhan terjadi pada pertandingan tersebut.
Kerusuhan yang terjadi pada hari ini,lanjut Asep,bukan yang pertamakalinya,semenjak turnamen ipdmkj berlanggsung,ini merupakan kerusuhan yang ketiga kali, sebelumnya kerusuhan juga terjadi disaat pertandingan antara Sungai tutun Vs Pansel(selang paung)dan Sei luak Vs Lubuk paku.
“Saya berharap kepada pihak PSSI Kab Kerinci dan Kota Sungai Penuh (Bidang Perwasitan) untuk mengevaluasi wasit yang ada di Kerinci” pinta Asep.
Sementara itu Kapolsek Air Hangat Timur Iptu Masdanur, ketika dihubungi oleh media melalui telepon selulernya perihal terjadinya kerusuhan,ia tidak mengetahui adanya turnamen sepak bola yang diadakan oleh Ipdmkj.
“Saya tidak tau,karena panitia tidak ada meminta izin untuk pelaksanaan turnamen tersebut,polsek dan polres untuk sebelumnya tidak mau memberi izin,mengingat sebentar lagi kabupaten kerinci akan melaksanaka pilkades serentak” ujar kapolsek.(ceu)

Sumber : media kongkrit.com
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman