Breaking

Jumat, 26 Juli 2019

Ternyata,Hasil Galian C Tanpa Izin Di Lubuk Nagodang Diperjual Belikan Di Sungai Penuh

Zarman Efendi : Akan Kita Laporkan



Kerinci,- Pembina Forum Aliansi dan LSM- wartawan Kerinci Sungai Penuh,  Zarman Efendi mengungkapkan adanya informasi bahwa adanya titik aktivitas penambangan galian C di Lubuk Nagodang,Kabupaten Kerinci.Diduga aktivitas tersebut tidak mengantongi izin (ilegal) dan perusahaan konstruksi yang dalam pengerjaan proyek menggunakan material dari usaha galian C illegal tersebut.

"Informasi tersebut sedang kami investigasi dan inventarisir, pihak-pihak tersebut yang diduga kuat melakukan kegiatan melanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," kata Zarman Efendi kepada Jambideadline.com.

Walaupun usaha galian C yang mensuplai material batu gajah kepada pihak kontraktor pelaksana proyek itu merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Pihaknya juga akan mendalami apakah Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang dimilikinya itu benar-benar bersesuaian dengan titik kordinat wilayah pertambangan material batu gajah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pihak pemerintah daerah sehingga aktivitasnya tidak justru merusak kaidah konservasi dan daya dukung lingkungan.

"Pertambangan material Galian C itu wajib dikelola dengan berazaskan pada partisipasi, transparansi dan akuntabilitas publik serta berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, karenanya Format dan seluruh masyarakat patut meminta agar Pihak Perusahaan Pelaksana Proyek yang menggunakan Material Galian C (Batu Gajah) dalam wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh bisa membuktikan bahwa Paket Pekerjaan Pembangunan yang sedang dikerjakan tidak terdiri dari konstruksi bangunan yang merupakan hasil pertambangan material Galian C yang ilegal," paparnya.



Sebab, tambah Zarman Efendi, apabila demi pengerjaan proyek Pembangunan terbukti menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan Galian C (batu gajah) dari hasil pendropingan material Galian C oleh pihak-pihak yang bukan pemegang IUP atau IUPK serta izin-izin lainnya, maka pihak kontraktor pelaksana proyek bisa dipidanakan sesuai ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Ini bahaya untuk rekanan,jika menampung hasil galian C tanpa izin,"jelasnya.

Ia Menambahkan,dari hasil penelusuran pihaknya,hasil galian c tanpa izin dilubuk nagodang tersebut pemiliknya warga sungai Penuh dan  diangkut ke Desa Sungai Akar Kota Sungai penuh untuk diperjual belikan kepada kontraktor.

"Datanya sudah jelas itu diperjual belikan,kita lagi siap laporannya dan akan kita laporkan ke pihak polres kerinci,"jelas fendi.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman