Breaking

Selasa, 27 Agustus 2019

Amidi : Pengambilan Sumpah Dewan Terpilih Berstatus Tersangka Merupakan Dasar Untuk PAW




JAMBI – KPU Kabupaten Kerinci sebelumnya sudah menyampaikan usulan penundaan pelantikan, Calon Legislatif (Caleg) terpilih tersangka korupsi dalam pemilu 2019 kepada Gubernur Jambi,meskipun surat tersebut tidak ditandatagani oleh Bupati Kerinci atau Wakil Bupati Kerinci.

Meskipun demikian, saat dikonfirmasi ke Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kabag Pemerintahan Provinsi Jambi, Amidi mengatakan, pengambilan sumpah tersebut akan tetap dilaksanakan sesuai dengan wewenang yang tertuang dalam perundang-undangan.

“Pasal 30 dalam PP 12 tahun 2018 itu berbunyi dalam hal anggota DPRD terpilih ditetapkan menjadi tersangka pada saat pengucapan sumpah atau janji yang bersangkutan tetap melaksanakan pengucapan janji menjadi anggota DPRD,” ucap Amidi saat ditemui jambidealine.com.

Selanjutnya, tertera juga bahwa calon anggota DPRD terpilih tetap menjadi terdakwa, meskipun pada saat itu dilaksanakan pengucapan sumpah janji sebagai anggota dewan.

Itu artinya, yang bersangkutan tetap melaksanakan pengucapan sumpah menjadi anggota DPRD, namun saat itu juga diberhentikan sementara menjadi anggota DPRD.

Kemudian dalam hal calon DPRD di pilih ditetapkan menjadi terpidana, pada saat keputusan peradilan telah memperoleh hukuman tetap pada saat pengucapan yang bersangkutan tetap melaksanakan pengucapan janji menjadi anggota DPRD, dan saat itu juga diberhentikan menjadi anggota DPRD.

Berdasarkan 3 peraturan tersebut, maka disebukan Amidi bahwa tersangka tetap di ambil sumpah menjadi anggota dewan oleh gubernur.

“Anggota DPRD diambil sumpah bukan tanpa kewenangan. Jadi ada tiga prosesnya, kalau misalnya dia tersangka dia tetap di ambil sumpah menjadi anggota dewan,” tandasnya.

Amidi menambahkan,jika Anggota DPRD terpilih, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka,terdakwa,maupun terpidana Korupsi, tetap diambil sumpah,karena ini merupakan dasar untuk di PAW nantinya jika proses hukum sudah incraht.

"Kalau tidak diambil sumpahnya,maka kursi partai yang bersangkutan tidak dapat di PAW selama lima tahun,justru itu harus diambil sumpahnya meskipun proses hukum sudah incraht,"jelasnya.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman