Breaking

Sabtu, 31 Agustus 2019

Dinas PPKBPPPA Kabupaten Kerinci Gelar Sosialisasi Advokasi KIE dan KKR



Kerinci,-Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) gelar sosialisasi advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) moment pramuka, Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR), Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) jum’at 30/08 yang bertempat di hotel Arafah Sungaipenuh.
Giat acara yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Kerinci Ir Azhari diikuti oleh 80 peserta pelajar SLTA yang mewakili 16 Kecamatan se Kabupaten Kerinci.
Digelarnya sosialisasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap permasalahan para remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi yang berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan juga kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Pemahaman yang dimaksudkan seperti mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses – proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggungjawab seperti kehamilan yang tidak diinginkan atau diluar nikah, aborsi, penularan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/Aids.
Kasi Advokasi dan Penggerakan Ikhwal Aroni, SH selaku penanggungjawab kegiatan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya meningkatkan pengetahuan remaja (pelajar) tentang advokasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja.
“Sosialisasi ini sangat bagus bagi para remaja, agar mereka tau akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja, serta pencegahan pernikahan dini yang kerap terjadi. Dan juga memberikan pengetahuan tentang kependudukan serta Keluarga Berencana (KB),” terang Ikhwal.
“Kedepannya lanjut Ikhwal, harapan kita setelah adanya sosialisasi ini, remaja – remaja kita memperhatikan usia pasangan yang akan menikah karena dalam aturan Undang – Undang kita untuk pasangan yang akan menikah itu usianya harus memenuhi syarat, laki-laki minimal usia 25 tahun dan wanita minimal usia 20 tahun. dan kita harap dapat dilaksanakan setiap tahun dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mendukung tercapainya sasaran prioritas,” tutup Ikhwal. (die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman