Breaking

Rabu, 14 Agustus 2019

Duch,SMAN 4 Sungai Penuh Diduga Lakukan Pungli Bermodus Komite


Jambideadline.com.SungaiPenuh,-Modus dan Ragam dugaan Pungutan Liar berpotensi terjadi penyelewengan atau tindak pidana korupsi, terlebih bila tidak miliki dasar hukum yang jelas untuk memungut biaya pendidikan langsung kepada wali murid dan hanya berlandaskan ” kesepakatan dengan komite sekolah”.
Sepertinya catatan permasalahan penyelenggaraan Pendidikan di SMAN 4 Kota Sungai Penuh yang dirasa semakin kurang baik dan menuai protes oleh berbagai kalangan dan orang tua siswa.
Bentuk protes tersebut diakibatkan patokan besaran  uang Komite mulai pada tahun 2017,2018,dan tahun 2019 akan dimulai perencanaan dana komite, hal ini membuat orang tua siswa merasa keberatan.
Seperti Penuturan orang tua siswa, 'D' menjelaskan kepada awak media jambideadline.com mengatakan,sangat keberataan sekali jika pada tahun 2019 ini dana komite kembali di punggut oleh pihak sekolah.Sementara penghasilan kami selaku orang tua murid sangat jauh dari harapan.
“Saya sebagai orang tua Siswa yang memiliki perekonomian rendah dan jauh dari kata Mampu merasa sangat terpaksa dan berat untuk membayar beban uang Komite Sekolah seperti pada tahun sebelumnya sebesar Rp.250.000/triwulan,"ujar orang tua wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Lanjutnya, dirinya juga tidak pernah diundang ketika sekolah melaksanakan rapat komite.
Lebih jauh dirinya menuturkan,pernah membaca aturan Peraturan Presiden (Pepres) nomor 87 tahun 2016 tentang Sapu bersih pungutan liar (Saberpungli). dan pungutan uang komite dan uang OSIS tersebut masuk kategori pungutan liar ."coba kita pelajari aturan perores nomor 87 tahun 2016,kan sudah jelas semuanya terkait dana sekolah,"jelasnya.
Sementara itu,Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Sungai Penuh A.Surkati,dikonfirmasi membenarkan adanya dana komite pada tahun 2017 dan 2018.Hal ini dikarenakan pada waktu itu pihak sekolah melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (UNBK).Namun Untuk tahun 2019,Pihak Sekolah belum pernah pernah melakukan rapat komite.
"Ia memang ada pada waktu itu kita membutuhkan untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).Sementara pada tahun 2019 ini kita belum pernah ada rapat komite untuk pembangunan sekolah, jika tidak bermanfaat maka kita tidak akan melaksanakan,"ujar kepala sekolah SMAN 4 Kota Sungai Penuh.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman