Breaking

Selasa, 17 September 2019

Mantan Presiden PPI Kritisi Pertemuan 5 Bupati Di Kerinci


Kerinci- Pertemuan kepala daerah di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (14/09/2019) pagi meramaikan media sosial. Beragam komentar dan analisa warganet tumpah ruah di jejaring sosial. Bahkan sebenarnya, para kepala daerah sendiri yang sengaja memviralkan pertemuan ini.

Doni Ropawandi, mantan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia menenggapi terkait pertemuan 5 kepala Daerah tersebut. Ia menyebutkan, bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan yang sangat baik kalau memang ada urgensinya bagi pembangunan daerah terlebih sudah dilaksanakan sebanyak dua kali.

“Memang sebenarnya sangat baik pertemuan kepala daerah secara reguler, namun harus kita lihat sisi urgensinya. Apakah kerjasama dalam rangka memajukan ekonomi dan pembangunan daerah, atau karena momentum Pilgub 2020," ujar Doni Ropawandi.


Lebih lanjut, Doni menambahkan, Karena ini merupakan pertemuan kedua maka dari sudut pandang yang terjadi pada saat pertemuan adalah nol aksi.

"Inikan sudah yang kedua, jika kita lihat dan refleksi yang pertama dan kedua maka tidak ada yang dihasilkan. Cuma duduk dimeja makan kemudian ngopi, Itu aja.

Intinya silatuhrami dengan modal rakyat, akan tetapi tidak memberi dampak kepada rakyat,” kritik mahasiswa Doktoral tersebut.

Dia menjelaskan, namun banyak yang beranggapan bahwa agenda tersebut tidak lebih hanya untuk mempersiapkan momentum pilgub 2020.

“Kalau berbicara momentum pilgub, ini jelas ada korelasi tapi tidak ada akan berpengaruh sama sekali karena yang milih rakyat bukan kepala daerah. Belum tentu kepala daerah mendukung, rakyat juga mendukung. Kepala daerah itu nyari sensasi aja, " sebutnya.

Doni menjelaskan, bahwa jangan sampai pertemuan ini dianggap sebagai pertemuan yang dapat merusak harmonisasi rakyat kerinci dan sungai penuh dalam pilgub 2020.
“Ya ini jelaslah, Adi rozal akrab dengan 4 kepala daerah sedangkan AJB akrab Fasya.

Masing masing mereka seolah membentuk kubu yang tentu menurut pandangan orang banyak akan memecah belah suara rakyat kerinci Sungai Penuh. Ini jelas, dampak buruk dan merugikan rakyat kerinci dan Sungai Penuh," terangnya.

Berkaitan itu juga, Doni berharap kepada kepala daerah untuk tetap fokus pada proker daerah masing masing. “Sebaiknya Adirozal fokus pembangunan dan memperbaiki kerinci selama periode kedua ini dan AJB fokus pada penyelesaian program yang sedang run dan program yang belum tercapai. Jangan ribut pilgub saja,” tukasnya. (adi)

Sumber : Jambi Update

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman