Breaking

Kamis, 21 November 2019

Bawaslu Kota Sungai Penuh Gagas Gerakan Anti Politik Uang Pilkada 2020






SungaiPenuh,-Jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawasalu) Kota Sungai Penuh menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu dalam sosialisasi gerakan anti politik uang, Jumat(22/11).

Dalam pengawasan politik uang di Pilkada serentak tahun 2020 mendatang, lembaga pengawas Pemilu ini menggundang mantan Komisioner Panwaslu  tahun yang 2002  dan 2003 yang saat ini menjadi dosen fakultas hukum Universitas Negeri Jambi Ansorullah,SH.,MH.

Dalam sambutannya, Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi, Ansorullah mengatakan untuk pemilihan kepala daerah 2020 mendatang menginginkan Pemilu bebas dari politik uang.

"Dikarenakan hal itu, setidaknya forum yang kita adakan hari ini dapat memberikan edukasi bagi kita bagaimana mengantisipasi terkait maraknya politik uang di penyelenggaraan pemilihan umum ini," kata Ansarullah.

Ia juga mengungkapkan keinginan untuk nantinya masing-masing di Kabupaten/Kota mempunyai kordinator untuk melawan politik uang ini.

"Nantinya kita menginginkan agar ada koordinator di Kabupaten/Kota supaya nantinya Pilkada yang akan datang dapat mejadikan politik uang sirna," ujarnya.

Sementara itu,Ketua bawaslu Kota Sungai Penuh Jumiral,dalam sambutannya mengatakan,permasalahan politik uang yang sudah mengakar dalam setiap hajatan pilkada harus segera kita brantas.

"Permasalahan politik uang ini menjadi perhatian serius baik bagi kita sebagai bawaslu maupun bagi masyarakat,pada pilkada serentak tahun 2020 kedepan,kita harus bertindak tegas,dan besar harapan kami kepada masyarakat juga dapat ikut berpeean aktif dalam pelaksanaan pilkada,jelas jumiral.

Pada sosialisasi pengawasan politik uang ini juga turut dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Kota Sungai Penuh,Kepolisian,akademisi,Organisasi Kemahasiswaan, Organisasi Pemuda, Organisasi Masyarakat.(Die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman