Breaking

Jumat, 20 Desember 2019

Khairi : Komisioner Bawaslu Kota Sungai Penuh Tidak Berintegritas Dalam Rekrutmen



SUNGAIPENUH- Tak hanya peserta tes dan masyarakat protes, Tokoh Pemuda Kota Sungai Penuh, Jambi asal Koto Baru Khairi yang juga mantan Komisioner Panwaslu Pemilu Presiden dan DPR 2019 angkat bicara soal seleksi Panwascam se Kota Sungaipenuh untuk Pilkada 2020 diduga sarat nepotisme dan tidak transparan.


Dia mengkhawatirkan dan menyayangkan dengan hasil yang telah dirilis oleh Ketua Pokja dan Komisioner Bawaslu Kota Sungai Penuh yang dinilainya tidak berintegritas dalam merekrutmen.


Menurutnya Komisioner Bawaslu Kota Sungai Penuh tidak membaca Potensi Kerawanan/Tensi politik Pilwako lebih ekstrem dari Pemilu legislatif (Pemilihan DPR).


"Komisioner Bawaslu Kota Sungai Penuh kurang teliti (blunder) dalam merekrut Panwascam karna dari hasil rilis kelulusan Nama-nama Panwascam banyak terindikasi ada mantan Tim Sukses salah satu Calon Walikota Sungai Penuh," kata Khairi.


Lebih jelas, Lembaga Bawaslu Kota Sungai Penuh Sungai Penuh dinilainya akan terjadi pelemahan dalam menjalankan Regulasi UU No 10 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.


"Dari sudut pandang saya, Komisioner Bawaslu Sungaipenuh terkesan asal-asalan dalam melakukan perekrutan Panwascam tersebut. rekrutmen terkesan formalitas/sekedar menjalankn regulasi. Dan bawaslu jambi segera meninjau ulang seleksi Panwascam Sungaipenuh," tandasnya.


Ia mencontohkan di wilayah Kecamatan Koto Baru, Hamparan Rawang dan Pesisir bukit menurutnya, jika pengawasan lemah gesekan masyarakat akan kembali seperti Tragedi Pilwako 2010 dan 2014 masyarakat awam akan jadi Korban politik.


"Kepetingan Pilwako bagi elit-elit politik dan para pemangku jabatan ASN lebih besar dibanding dengan Pemilu, pilpres," bebernya.


Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi dikutip SINDONews soal polemik seleksi Panwascam Sungaipenuh. Namun Asnawi meminta konfirmasi ke komisioner bawaslu daerah Sungaipenuh.


"Kalo ada persoalam rekruitmen di kabupaten/kota tolong di konfirmasi ke daerahnya yang bersangkutan, karena mereka yang paham masalahnya," kata Asnawi.(Riko Pirmando)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman