Breaking

Jumat, 31 Januari 2020

Pembuatan Jalan Aroma Pecco Diduga Milik Oknum Dewan Kerinci



Jambideadline.com.Kerinci— Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah jelas yakni legislasi Anggaran, Pengawasan dan menyampaikan aspirasi rakyat, namun, masih saja ditemukan adanya oknum anggota dewan di Kabupaten Kerinci, secara diam-diam diduga bermain proyek dengan menggunakan siasat mengatasnamakan keluarga atau orang lain yang sudah sepakat untuk bekerjasama.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media jambideadline.com di Dinas PUPR  Kabupaten Kerinci, didapat adanya oknum anggota dewan yang bermain proyek, namun proyek tersebut dijalankan oleh rekannya menggunakan CV. WAHYU JAYA PERKASA.

Tidak tanggung-tanggung proyek pembuatan Jalan Aroma Pecco yang dikerjakan pada anggaran tahun 2019 menggunakan dana APBD Kabupaten Kerinci, dengan nilai 800.000.000,00 rupiah diduga Milik oknum anggota DPRD Kabupaten Kerinci berinisial 'D' hanya saja Pekerjaan jalan tersebut menggunakan CV yang beralamatkan di Desa Koto Dua Lama Kecamatan Air Hangat.

Sementara proyek jalan itu terletak di Aroma Pecco, Kayu Aro yang belum lama dibangun, pekerjaan pengerasannya terlihat tidak merata dan diduga dikerjakan asal jadi.

Menurut salah seorang kontraktor yang namanya enggan disebutkan, mengatakan bukan rahasia umum lagi jika anggota dewan Kerinci bermain proyek, namun hal tersebut dibiarkan tiap tahun mereka (anggota DPRD,red) mendapatkan jatah proyek yang tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

”Hampir dalam setiap tahunnya mereka mendapat jatah proyek,baik oknum Dewan sebelumnya, maupun yang sekarang.” Terangnya.

Menanggapi permasalahan itu menurut Salimin, Aktivis Senior LSM Seroja kepada jambideadline.com mengatakan, sebenarnya fungsi anggota dewan itu adalah mengawasi pelaksanaan proyek, bukan bagi-bagi proyek ataupun bermain proyek hal itu tidak dibenarkan dan bertentangan dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

“Bahkan DPRD yang ada di Kabupaten/Kota masing-masing memiliki aturan internal, namun faktanya masih ada oknum anggota DPRD melakukan penyimpangan terkait bermain proyek di belakang layar,” kata salimin.

Masih menurut Salimin, perlu diketahui tugas utama DPRD yaitu Pengawasan, budgeting, dan legislasi sebagai wakil rakyat bukan bermain proyek atau dapat jatah proyek, melainkan mengemban aspirasi masyarakat dan menyampaikan kepada eksekutif.

Sementara itu, Oknum Anggota DPRD Kerinci berinisial 'D' dikonfirmasi melalui Via App WhatsApp belum menanggapi perihal pesan dari awak media jambideadline.com tersebut.(DIE)

Editor : Ardie Wiranata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman