Breaking

Sabtu, 11 Januari 2020

Proyek Jalan 1,2 M Diduga Milik Oknum Anggota DPRD Kerinci Dilaporkan




Kerinci,-Pekerjaan Proyek  Jalan Simpang Tutup- Sungai Gelampeh yang dilakukan saat hujan deras, di Desa Tanjung Genting membuat masyarakat kecewa dan geram.

Betapa tidak, pekerjaan proyek tersebut dikerjakan pada malam hari dan diguyur hujan deras, sehingga kualitas aspal menjadi jauh dari yang diharapkan, karena telah melanggar dan menyimpang dari ketentuan secara teknis.

Proyek yang dikerjakan dengan pagu dana senilai Rp. 1,2 Milyar ini, diduga telah terjadi persekongkolan antara pihak pengawas, konsultan, dan pihak rekanan.Hal ini terbukti dari kejadian saat itu, para pekerja pengaspalan dan sopir dumtruk diperintahkan oleh salah seorang oknum pimpinan DPRD Kerinci, yakni YH alias BH untuk tetap melakukan pengaspalan meskipun dalam keadaan hujan turun sangat deras.

“Ini perintah bos, Ujang Hitam” kata salah seorang sopir dumtruk kepada wartawan seperti yang dialansir di media rakyatjelata.com.Pada saat itu juga
Pengawas dari Bina Marga PUPR Kerinci yang saat itu berada di lokasi sama sekali tak berkutik, dan bahkan menuruti perintah dari oknum dewan tersebut (pemborong,red). Begitu juga dengan konsultan yang seolah bersembunyi dari wartawan.

“Kita sangat yakin mereka ini sudah bersekongkol,"ungkap warga sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Kerinci,Harmin belum bisa dihubungi hingga saat ini.

Menyikapi permasalahan tersebut,Aktivis Kerinci yang juga Ketua LSM Kompej Harmo Karimi ditemui media jambideadline.com mengatakan,Sudah menyiapkan laporan dan semua hasil investigasi dilapangan untuk dilaporkan.

"Semuanya sudah kita lengkapi,insya allah hari senin segera kita laporkan Ke Kejaksaan tInggi Jambi.Kita minta pekerjaan Proyek Jalan simpang tutup-sungai Gelampeh ini di usut tuntas oleh pihak Kejati Jambi,apalagi kuat dugaan milik oknum anggota DPRD Kerinci,"ungkapnya tegas (die)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman