Breaking

Senin, 18 Mei 2020

Pimpinan DPRD Kerinci Tinjau Pembangunan Jembatan Tebat Ijuk,Boy Edwar : ini akibat rekanan dadakan


KERINCI– pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci dari partai Golongan Karya,  Boy Edwar yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kerinci maya Novefri,  pada minggu (17/5) meninjau kelokasi Jembatan yang yang viral dimedia sosial di Desa Tebat Ijuk Dili. Jembatan tersebut, dibangun pada tahun anggaran 2019 oleh CV Monica dengan nilai kontrak Rp. 699.987.708,13 dan siap dikerjakan pada bulan Maret tahun 2020.

Meskipun dikerjakan dengan begitu banyak tambahan waktu, Jembatan Tebat Ijuk Dili yang berlokasi di desa Tebat Ijuk Dili Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat karena keadaannya jauh dari kata layak.

"Jembatan Tebat Ijuk Dili yang menghubungkan pemukiman masyarakat dengan ratusan hektar sawah seharusnya menjadi sarana vital masyarakat dalam melakukan aktifitas pertanian seperti mengangkut hasil panen dari lahan persawahan menuju rumah masyarakat. Namun sampai sekarang jembatan tersebut tidak bisa dimanfaatkan sama sekali, jangankan untuk dilewati mobil, motorpun tidak bisa melewati jembatan tersebut,"ungkap Boy Edwar dilokasi jembatan.

Lanjut pimpinan DPRD tersebut, bahwa sampai sekarang dirinya mengakui masyarakatnya merasa kecewa terhadap rekanan dan dinas terkait yang membangun jembatan tersebut.

"Kita sangat memahami apa yang dikeluhkan masyarakat mengenai jembatan yang  belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil panen padi mereka. Dan hari ini telah hadir pihak Dinas PUPR, kita minta kepada pihak PUPR agar segera memanggil pihak rekanan untuk dapat memperbaiki jembatan ini mulai dari papan lantai yang tidak berkualitas, beton-beton yang harus dirapikan, Besi-Besi yang masih menonjol, dan timbunan diujung jembatan (oplit) agar kendaraan bisa lewat. kemudian yang terpenting kami himbau kepada pihak Dinas PUPR agar benar-benar memperifikasi perusahaan yang mengerjakan, agar tidak memunculkan kontraktor-kontraktor dadakan, sehingga dapat menimbulkan masalah dikemudian hari,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kerinci Maya Novefri, kepada awak media jambideadline.com mengatakan,Kegiatan pembangunan jembatan tersebut baru dibayar 75 % dan dari pihak PUPR khususnya BM akan memanggil pihak rekanan untuk memperbaiki pekerjaannya.

"Iya,kita akan segera memanggil dan memerintahkan rekanan untuk memperbaiki pekerjaannya, karenana pembayarannya hanya baru 75 persen,"ungkapnya.(ung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman