Breaking

Selasa, 29 September 2020

Ternyata, Bimtek Kades Kerinci Tak Memiliki Izin Kemendes Dan Bupati Kerinci

 




Kerinci – Sorotan tajam soal Bimtek Kades yang digelar di Odua Weston Hotel Jambi semakin panas. Bahkan mencuat kabar bahwa pihak penyelenggara Apdesi dan Pemdes Kerinci, diduga tidak kantongi izin dari Kementerian Desa (Kemendes).

Selain itu, dikabarkan Bupati Kerinci H Adirozal disebut – sebut tidak mau turut campur jika Bimbingan teknis Siskuedes Kades dan operator desa, tidak mengantongi surat izin resmi dari Kementerian Desa dari Jakarta.

“Ya, setau saya Bupati Kerinci Adirozal tidak mau memberi izin jika pelaksanaan Bimtek Kades tanpa kantongi izin dari Kemenkes.

“karena sejak bimtek kades di Malang Bupati tidak mau memberi izin. Coba cek izin panitia penyelenggaranya, ada tidak izin Kemenkes dan Bupati Kerinci,”ujar sumber Siasatinfo.co.id media partner kerincitime.co.id, Senin sore kemarin.


Anehnya, kegiatan Bimtek terkesan ada indikasi konspirasi pihak penyelenggara dengan pihak hotel malah tetap saja berjalan lancar saat kondisi pandemi Covid-19.

Dikuatirkan, usai acara Bimtek Kades akan menimbulkan klaster baru penyebaran virus Corona di Kabupaten Kerinci.

Diminta banyak kalangan agar seluruh Kades dan operator desa yang turut serta acara ini, untuk segera dilakukan rapid test Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, Miliaran Rupiah lebih setoran dari peserta 606 orang ikut dalam bimbingan teknis digelar di Odua Weston Hotel Jambi berbuntut panjang.


 
Tak bisa ditampik lagi, pihak Dinas Pemdes Kerinci, APDESI selaku panitia penyelenggara dan Management hotel, tetap berada dipusaran setoran Kades Rp. 1,2 Miliar lebih ke Odua Weston Hotel Jambi.


Pengakuan Syahril Hayadi Kepala Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Kerinci memastikan tidak ada biaya kontribusi bagi 606 peserta Bimtek Kades dan Operator, faktanya satu desa bayar Rp 4,4 juta untuk dua orang.

“Bimtek ini tidak pakai biaya kontribusi peserta. Kita tdk ada kerja sama dg lembaga Kita hanya memfasilitasi kerja sama dengan BPKP jambi saja,” ungkap Syahril Peltu Pemdes Kerinci beberapa hari lalu.

Sementara pengakuan Devit Kabid Aset dan Keuangan Pemdes Kerinci mengaku ada biaya yang dikeluarkan oleh Kepala Desa dan Operator, yakni setiap orang Rp. 2.2 juta.

Dana Rp. 2.2 juta kata Devit dibayar peserta kepada pihak Hotel untuk penginapan 4 malam, makan 3 kali sehari selama kegiatan, snack 2 kali sehari, sewa ruang pertemuan, nara sumber.


“peserta bayar Rp. 2.2 juta kepada  pihak hotel, untuk biaya kamar, makan, snack, ruang pertemuan dan nara sumber” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa bahwa setiap peserta membayar Rp. 2.2 juta per orang untuk mengikuti kegiatan Bimtek.

“Ya, kami bayar ke pihak hotel Rp 2,2 juta per orang. Kebetulan tiap desa berjumlah 2 orang, tentu setornya menjadi Rp4,4 juta,”ujar salah satu kades kepada Siasatinfo.co.id.

Diakui Kades, setoran Rp 4,4 juta langsung ke resepsionis hotel.” kamar hotel dihuni untuk 2 orang peserta tidur,”ungkapnya.

Pihak penegak hukum diminta mengusut tuntas pihak terkait, Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Kerinci, APDESI sebagai Penyelenggara Bimtek, dan pihak management Odua Weston Hotel Jambi. (Die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman