Breaking

Senin, 29 Maret 2021

PUPR Dan Pemkab Kerinci Dinilai Kurang Tanggap Mengatasi Banjir Lubuk Suli Dan Longsor Desa Sungai Hangat


JAMBI - Dalam sepekan terakhir, intensitas hujan cukup tinggi di kabupaten Kerinci, provinsi Jambi. Bencana banjir menghadang di beberapa kecamatan.

Desa Lubuk Suli dan Sungai Hangat, mestinya menjadi perhatian serius pemkab Kerinci dalam mengatasi banjir dan longsor.


Dari data yang didapat, banjir terjadi sejak Selasa malam (23/03/2021) hingga Rabu malam (24/3/2021), air menggenangi ratusan rumah dengan ketinggian lutut orang


dewasa, bahkan ada yang satu meter.

Berdasarkan pantauan di lokasi, belum ada tanda - tanda air akan surut, tampak personil TNI dan Polri sedang di lokasi banjir, namun tidak tampak adanya dari pemkab Kerinci terutama dari BPBD maupun PUPR untuk memberikan bantuan.

Salah seorang warga korban banjir menjelaskan volume air saat ini terus bertambah mengingat curah hujan yang masih tinggi.


"Setelah diguyur hujan deras sejak Selasa malam hingga dini hari, sungai semakin meluap, hingga merendam ratusan rumah warga, " ungkap eko warga lubuk suli.

Dijelaskan eko, penyebab banjir dikarenakan meluapnya sungai batang merao dan tidak sanggup menahan debit air sehingga meluap kerumah warga..


Ia berharap, kepada Pemerintah kabupaten kerinci segera memberi bantuan logistik dan sebagainya, serta meminta agar segera memperbaiki turab, karena selama ini menjadi penyebab terjadinya banjir.


"Kami berharap adanya bantuan dari pemkab Kerinci, baik itu logistik dan sebagainya, terutama memperbaiki saluran sungai, " pungkasnya.

Untuk diketahui, dampak dari bencana banjir di tiga desa tersebut melumpuhkan perekonomian warga, sebab pasar desa Tanjung Tanah juga terendam banjir. 

"Kejadian ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, mestinya sebelum banjir terjadi sudah ada antisipasi oleh dinas PUPR dan Pemkab Kerinci.sekarang kalau memang serius  pemkab, kan waktu PUPR turun sudah di tunjuk jalan air masuk, palingan cuma 100 meter butuh turap, berapa lah  100 meter itu, cuma kan kembali ke niat tadi.Dan kita juga berharap jangan lah pemimpin cuma mengatakan pakai dana desa,"ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan warga sungai hangat, Tomi.Dirinya menuturkan robohnya badan jalan ini sudah lama terjadi, meski sudah diketahui oleh Dinas PUPR, namun sampai sekarang hanya dibiarkan saja.

"Mereka (PUPR,Red,) sudah berkunjung kesini, tapi sampai sekarang belum terealisasi, alasannya minin anggaran,"ungkap tomi.(die)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman