Breaking

Jumat, 02 April 2021

Andi Putra Wijaya Didemo Dikejati Jambi Dan Sejumlah Proyeknya Dilaporkan





Jambi,- Kamis (1/4) Lembaga Swadaya Masyarakat (KOMPEJ) melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Kejati Jambi.Hal ini dilakukan guna meminta kepada aparat penegak hukum dalam Provinsi Jambi untuk dapat serius dalam mengambil sikap terhadap segala yang merugikan uang Negara.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum agar segala kasus-kasus tindak pidana Korupsi yang ada dalam wilayah Provinsi Jambi supaya diusut Sampai tuntas agar permasalahan Korupsi yang selama ini selalu menjadi momok yang menakutkan segera dituntaskan, dan pelaku korupsi harus mendapat ganjaran yang setimpal dan menjadi efek jera" ungkap harmo.

Lanjut harmo, maka dari itu dirinya bersama puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Kejati Jambi ini, hal ini berkaitan dengan sejumlah pekerjaan proyek diduga telah merugikan uang negara miliaran rupiah, yang bersumber dari anggaran APBD Bid Bina Marga, Bidang SDA PUPERA Provinsi Jambi tahun 2020.Pekerjaan yang terletak Di Kabupaten Kerinci tersebut, diduga dikerjakan tidak Sesuai dengan spesifikasi teknis, pada pekerjaan tersebut diduga hanya untuk mengejar target progres pekerjaan 100 persen, bukan untuk menyelesaikan pekerjaan, agar dapat pencairan dana.Adapun pekerjaan yang dimaksud sebagai berikut :

Bidang Bina Marga Dinas Pupera priv jambi

1.Jalan Simpang Tanjung Tanah -Lubuk Nagodang Pagu Dana 10.000.000.000 PT.Hendra Putra

2.Jalan Jujun-Batas Kota Sungai Penuh pagu dana 19.975.000.000 PT.Prima Pembangunan Kerinci

3.Jalan Depati Parbo pagu dana 2.000.000.000 CV.Fariq Kontrindo

4.Jalan Senggaran Agung -Jujun-Lempur Pagu Dana 6.000.000.000 PT Sinar Karya

Kegiatan Bidang SDA Dinas PUPERA Prov Jambi 2020

1.Normalisasi Sungai Siulak Mukai Pagu Dana 1.000.000.000 CV.Jayatama Trivilla

2.Normalisasi Sungai Keluru Kerinci pagu dana 1.000.000.000 Cv.Arya Sakti 

"Iya, usai aksi, kita juga sudah melaporkan banyak kejanggalan yang berakibatkan merugikan uang negara pada semua pekerjaan proyek tersebut.Mulai dari proses lelang, pekerjaan asal jadi, pencurian volume pekerjaan, hingga adanya dugaan kerjasama kadis Pupera , Kabid,PPTK dengan pihak rekanan meski hanya progres pekerjaan dikerjakan hanya 48 persen,"jelas harmo.(die)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman