Breaking

Selasa, 06 April 2021

Arya :Saya yakin Bupati Kerinci Dan Syahril Hayadi Tahu Persis Kekeliruan Keabsahan Dokumen JW, Tapi......



Kerinci - Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan Johani Wilmen terus menjadi topik hangat dan diperbincangkan di sungai penuh dan kabupaten kerinci. Kasus tersebut kini ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri. Perkembangan terbaru kasus tersebut, saat ini sudah keluar Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).


Tak hanya Johani Milmen, dugaan keterlibatan mantan Kepala BKPSDM Kerinci syahril Hayadi juga disebut arya selaku pelapor.


"iya,  tak hanya kasus dugaan Ijazah Palsu Johani Wilmen saja yang kita usut, keterlibatan mantan Kepala Dinas BKPSDM Kerinci Syahril Hayadi juga kita usut.Bupati dan kepala BKPSDM saat itu tidak mungkin tidak mengetahui keanehan dugaan dokumen atau surat palsu ini.Syahril kan tahu ada yang aneh dengan tahun lahir wilmen dan adiknya namires, tidak mungkin kepala BKPSDM tidak tahu, yang paling jelas disaat kasus ini mencuat syahril pasti tahu kenapa tidak ada tindakan tegas dan menyadari akan kekeliruan dengan hal ini.Sudah berapa tahun kasus ini mencuat tetapi syahril hayadi saat di BKPSDM dan Bupati tidak mengambil tindakan tegas tapi justru mengangkat terlapor menjadi Kabid,"ungkapnya.

Lanjut Arya, Dengan diterbitnya SP2HP, ini menandakan keseriusan penyidik menanagani kasus tersebut, yang sebelumnya sempat tertunda karena pandemi Covid-19 dan Pilkada serentak 2020.


Dia menambahkan, kasus tersebut sengaja dilapor ke Bareskrim Mabes Polri dan dia juga meminta kepada Bareskrim untuk tidak dilimpahkan ke jajaran Polda dan Polres.


"Pihak Bareskrim juga sepakat dan siap menindak lanjuti kasus tersebut, dan tidak melimpahkan ke jajaran tingkat daerah. Ini bentuk komitmen keseriusan kita dan Bareskrim dalam perkara ini," tegasnya.


Sementara itu, mantan Kepala Dinas BKPSDM Kerinci Syahril Hayadi dikonfirmasi awak media jambideadline.com membantah keterlibatan dirinya dalam kasus dugaan ijazah palsu johani wilmen tersebut.


"Saya tidak paham darimana keterlibatan saya dalam hal ini. Dati SK ini apa keterlibatan saya, Yang dipalsukan apa,

Apakah ini SK palsu? Kalau pengkatan seseorang untuk menjadi pejabat tdk ada persyaratan tahun kelahiran, yang ada itu pangkat, pendidikan, kemampuan, pengalaman kerja dan lain-lain yang berkaitan dg tugas dan tidak ada syarat tahun kelahiran,"jelasnya 


Untuk diketahui, kasus yang melibatkan Wilmen adik kandung Bupati Kerinci yang dilapor tersebut, berkaitan dugaan pemalsuan dokumen, mulai dokumen identitas yang dimudakan tahun kelahiran, dan berpengaruh pada dokumen penting lainnya seperti ijazah untuk keperluan tes dan pengangkatan sebagai PNS pada tahun 2009 dan 2010 silam, di Pemkot Sungai penuh. 


Dari berkas laporan, dokumen Wilmen tertera tahun lahir 1976, sementara dari data dan sumber yang dihimpun, tahun kelahiran Wilmen adalah 1972. Ini juga diperkuat oleh keterangan beberapa pihak yang seangkatan dengan Wilmen, dan didukung data lainnya. Terkait data tersebut, terindikasi adanya modus pemalsuan sejumlah dokumen untuk memuluskan langkah Wilmen saat menjadi PNS.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman