Breaking

Senin, 05 Juli 2021

Gawat, Jalan Menuju Rumdis Bupati Tanpa Pemeliharaan, Yelpani : Sudah dua kali kita Surati pihak rekanan




Berita Kerinci – Hebat.!! Senilai Rp. 14 Miliar dana yang dikucurkan untuk pembangunan jalan Koto Rendah menuju Rumah Dinas H Adrozal Bupati Kerinci dikerjakan PT Danau Belidang, hingga bulan Juni 2021 nihil dilaksanakan pemeliharaan terhadap kondisi jalan yang sudah rusak parah.

Pantauan langsung dilokasi oleh kru media ini Selasa (6/7/21) pagi 08:00 WIB, beberapa titik lokasi jalan aspal mengalami keretakan dan bergelombang hingga mobil bergetar.

Belum saja satu tahun jalan usai dikerjakan kontraktor PT Danau Belidang, masa pemeliharaan pun ikut digulung dengan anggaran dana sebesar Rp. 700 juta.

Ini kondisi jalan Rumdis Bupati Kerinci yang dikerjakan sekelas PT. Danau Belidang tanpa dikerjakan masa pemeliharaan. 

Bukan hanya pengaspalan yang tipis dan retak – retak, namun diketahui ada titik lokasi jalan aspal yang ambruk dan berlobang tanpa diperbaiki masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana PT Danau Belidang.

Terparah ada aspal yang ambruk dengan lobang menganga ditimbun karung – karung sampah sudah sekian lama tidak diperbaiki pihak kontraktor. Dikuatirkan bagi pengendara pengguna jalan akan turut ambruk kedalam lobang.

Longsor tebing di titik lokasi sepanjang jalan menuju Rumdis Bupati Kerinci sangat mengancam warga yang melintas. Bahu jalan timbunan koral kiri kanan aspal ditemukan sebagian turun dari badan jalan.

Berhasil diperoleh keterangan Yalpani selaku PPTK pembangunan jalan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah 2 kali melakukan surat teguran kepada pihak PT Danau Belidang.

“Kita sudah 2 kali menyurati kontraktor pelaksana PT Danau Belidang untuk segera melakukan pemeliharaan terhadap jalan yang rusak dibeberapa titik.



“Teguran kami dari Dinas PUPR sejak bulan Maret dan bulan Mei sama sekali tidak di indahkan kontraktor pelaksana,”ujar Yalpani selaku PPTK pembangunan jalan senilai Rp.14 Miliar.


Hingga berita ini dipulish Direktur PT Danau Belidang yang beralamat di Jambi belum dapat diperoleh keterangannya terkait soal tanggung jawab dari 5 persen dana pemiliharaan.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman