Breaking

Minggu, 04 Juli 2021

Pertanyakan Kualitas Dan Transparansi Pekerjaan Proyek, Zoni : Walikota harus segera turun kelokasi



Proyek Tanpa Papan Nama, Diduga Proyek Siluman Untuk Bohongi Masyarakat


SungaiPenuh,- Pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase Didesa Debai, Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh mulai disoroti oleh warga setempat.


Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sudah berjalan tersebut tidak disertai papan nama proyek.


“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas salah satu warga pada awak media ini.


“Semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memberikan surat pemberitahuan kepada pihak pemerintah desa dan pihak pengairan, kalau ada masyarakat bertanya ini proyek apa?" imbuhnya.


Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, di mana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Papan itu memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.


“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ungkap warga yang mengetahui betul tentang proyek itu.


Pekerja kasar bangunan drainase saat diwawancari mengaku tidak tahu mengenai anggaran proyek itu. "Tapi kami diperintahkan untuk kerja saja. Kami hanya di bayar upah," ucap pekerja.


Zoni Irawan, mengatakan bahwa pekerjaan proyek saluran drainase tersebut milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh.Semestinya mereka harus transparan mengenai anggaran yg digunakan.


"Semestinya (Pupr,red) harus transparan mengenai pekerjaan ini, anggarannya dari mana, dan berapa hari kerja, CV yang mengerjakan apa, karena ini sangat berpengaruh terhadap kualitas proyek itu sendiri,"ungkap Zoni.


Dirinya menduga, Proyek pekerjaan saluran drainase ini diduga dikerjakan asal-asalan. 


"Kita minta walikota dan Wawako menggelar sidak ke semua proyek pembangunan Kota Sungai Penuh karena kita menilai semua pekerjaan asal jadi,"ungkapnya lagi.(Die)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman