Breaking

Senin, 05 Juli 2021

Proyek Pengaspalan Jalan Ditengah Hujan Terancam Dilaporkan

 



SUNGAI PENUH- Aktivis  kerinci Himawan, menyayangkan kegiatan pengaspalan yang dilakukan saat turun hujan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Bina marga (DPUPR) Kota Sungai Penuh di Jalan Mayjend A.Thalib pasar sungai penuh.

Menurutnya, rekanan yang melakukan pengaspalan jalan pada saat turun hujan, melanggar ketentuan perjanjian pengerjaan proyek dengan pemerintah dan berpotensi merugikan keuangan negara serta dapat dipidana.

“Pekerjaan yang dilakukan pemborong maupun pengusaha yang dipercayakan pemerintah memperbaiki jalan yang rusak itu, jelas melanggar kontrak yang telah disepakati dan ditanda tangani,” kata Himawan.

Karena pekerjaan pengaspalan jalan tersebut dapat merugikan negara, menurut dia, maka pengusaha tersebut dapat dijerat melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Perbuatan yang dilakukan pemborong yang mengerjakan jalan secara sembarangan itu, tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum. Ini adalah sanksi bagi pelanggar hukum dan untuk membuat efek jera,” ujarnya.

Begitupun dengan pihak DPUPR kata dia, Dinas, dalam hal ini Kepala Satuan Kerja DPUPR Sungai Penuh telah lalai dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab. Menurutnya, DPUPR patut diduga bersama-sama dengan pengusaha telah melakukan kegiatan yang berpotensi merugikan negara.

“Saya rasa, semua kontraktor, sebelum melakukan pekerjaannya pasti berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dinas atau pun pengawas dari Dinas. Artinya ada pembiaran dari oknum pengawas atas pekerjaan tersebut,” kata Himawan lagi.

Dia menjelaskan, prosedur kerja pengaspalan jalan dilakukan ketika hujan turun adalah tidak benar dan sangat bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Bahkan, dalam pengerjaan proyek apapun, dilarang dikerjakan saat hujan turun dan harus dihentikan. Hal ini adalah untuk kebaikan, sehingga pengerjaan proyek milik pemerintah itu, tidak sia-sia atau mudah rusak.

“Itu dilakukan agar pengaspalan jalan tidak mudah terkelupas dan dapat tahan lama, seperti yang diharapkan masyarakat,” ucapnya.

“Jika, pengawasan tersebut tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab atau adanya kerjasama permainan proyek dengan institusi terkait, juga dapat dikenakan sebagai perbuatan korupsi,” katanya.

Himawan juga mengatakan akan melaporkan terkait pekerjaan pada proyek jalan tersebut, dan meminta kepada pihak penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan atas kegiatan tersebut. Kata dia, proyek tersebut dapat dijadikan sebagai pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk membongkar praktek Kerjasama hitam antara pengusaha dengan oknum dinas.

Sebelumnya Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Sungaipenuh, Fadil dikonfirmasi mengatakan, meskipun dalam kondisi hujan, yang didalam vinisher itu tetap dihamparkan tetapi ujung nya kita buang jika memang tergenang oleh air.

"Tetap kita hamparkan, meskipun dalam kondisi hujan, tapi ujung nya kita potong dan kita buang jika memang kondisinya tergenang, dan jika nantinya ditemukan ada yang tidak sesuai nanti kita perbaiki lagi,"ungkapnya.(Die)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman