Breaking

Jumat, 16 Juli 2021

Sekda Kerinci Blak-Blakan Soal Penganggaran Dana Insentif Nakes




KERINCI- Polemik insentif tenaga kesehatan (Nakes) Covid-19 di RSU MHA Thalib Kerinci sejak November 2020 hingga Juni yang belum dibayar, masih belum ada titik terang, namun justru kembali dibuai janji manis akan segera dibayar.


Hal itu disampaikan Sekda Kerinci, Asraf, didampingi Kepala BPKPD, Nirmala, saat jumpa pers di rumah dinas Wakil Bupati Kerinci, Jumat (16/7) siang. Sekda menegaskan, dirinya akan bertnggung jawab terkait insentif nakes tersebut.


“Saya yang akan bertanggung jawab. Beri kami waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ungkap sekda.


Dia juga mengaku akan menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin, dan akan dilakukan pencairannya.


“Kita akan upayakan penyelesaian segera, apakah minggu depan, nanti pasti kita selesaikan,” jelasnya.


Ditanya apa yang menjadi persoalan sehingga terjadinya keterlambatan pembayaran insentif sejak November tahun lalu tersebut ? Sekda enggan membeberkan apa yang menjadi kendala.


“Yang jelas, beri kami waktu untuk mencari tau apa yg terjadi. Kita pastikan akan menyelesaikannya,” katanya.


Lalu awak media juga menanyakan, apakah ada dianggarkan dana insentif untuk nakes ? Mengingat isu yang berkembang, Pemkab tidak menganggarkannya. Sekda juga enggan menjawab secara gamblang. Dia kembali menegaskan, dirinya akan bertanggung jawab.


“Saya tegaskan kembali, bahwa saya akana bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah insentif yang mandek ini,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala BPKPD, Nirmala, yang juga hadir, tidak ikut menjawab dan menyampaikan penjelasan. Dirinya mengarahkan hanya Sekda yang memberi penjelasan. Padahal leading sektor pengaturan keuangan daerha berada dibawah naungan BPKPD.


Untuk diketahui berdasarkan data yang dihimpun, tenaga nakes yang belum mendapat insentif sebanyak 98 orang, dengan rincian Dokter penanggung jawab pasien 1 orang, dokter jaga isolasi 16 orang, perawat/ bidan jaga isolasi 26 orang, dokter jaga TRIASE IGD 8 orang, Perawat Jaga TRIASE IGD 8 orang, Perawat jaga PONEK IGD 4 orang, Radiografer (petugas jaga Radiologi), 16 orang, Analis ( Petugas Laboratorium )13 orang, Apoteker ( Petugas Farmasi) 14 Orang, Nutrisionis (Petugas Gizi) 8 Orang.


Jumlah rupiah yang menjadi beban pemerintah tersebut terbilang tak sedikit, jumlahnya mencapai miliaran rupiah.


“Kami ingin kepastian, kapan insentif kami dibayar. Tugas dan tanggung jawab, sudah kami laksanakan,” ungkap salah seorang nakes saat menggelar aksi di RSU MHA Thalib, Rabu (14/6) kemarin.(ded/die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman