Breaking

Selasa, 30 November 2021

Guru Resah Pungli Sertifikasi


SungaiPenuh,- Kabar tidak sedap menimpa dunia pendidikan Kota Sungai Penuh. Para guru mengeluhkan pungutan liar (pungli) tunjangan sertifikasi.

Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengaku, ia dan seluruh teman-temannya harus menyetor sejumlah uang melalui K3s.

Meski dianggap tidak besar, namun pungli ini dinilai mencederai dunia pendidikan yang mengajarkan kejujuran. Guru ini menyebut, setiap pencairan tunjangan sertifikasi, ia diminta menyetor uang.

Begitu juga dengan guru diwilayah kecamatan lain. Uang tersebut, kata sumber ini, disetor ke K3S (Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah), dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh.

"Ia, kita diminta menyetor melalui K3S dengan jumlah nominal Rp 50 Ribu per kepala sekolah yang mendapat tunjangan sertifikasi,"ungkapnya.

Para guru, lanjut sumber, tak bisa berbuat banyak meski mayoritas dari mereka risih jika harus menyetor uang untuk kepentingan ilegal itu. 

"Bukan masalah nilai uangnya, tapi tindakan itu yang kami sesalkan,"tukasnya.

Sementara itu, Kabid Guru dan tenaga pendidikan (GTK) Fatlan dikonfirmasi media ini mengatakan, dirinya tidak pernah memerintah, memungut dan sampai sekarang tidak pernah menerima dana tersebut.

"Saya tidak pernah memerintah untuk memungut dana tersebut ap?dan sampai sekarang saya tidak pernah menerimanya,"ungkap Fatlan singkat.(tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman