Breaking

Kamis, 11 November 2021

Mantan Kades Dan Sekdes Air Teluh Ditahan Kejari Sungai Penuh, Diduga Korupsi Dana Desa


SUNGAIPENUH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh diam-diam telah menetapkan mantan Kepala Desa (kades) dan mantan Sekretaris Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2017 - 2018.  Keduanya pun sudah ditahan pada Rabu (10/11) sekitar pukul 14.00 Wib.

            Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungai Penuh, Ristopo Sumedi membenarkan telah melakukan penahanan terhadap mantan kades dan Sekretaris Desa Air Teluh. "Kedua tersangka yakni Arbain  (50) mantan Kades 2012-2018 dan Resi Vernandes (41) mantan Sekdes 2015-2020. Keduanya telah dilakukan penahanan pada Rabu (10/11) kemarin,"kata Kajari Sungai Penuh.

            Dia menjelaskan, dalam penggunaan anggaran Dana Desa tahun 2017-2018 ditemukan penyimpangan terhadap pengelolaan dan penggunaan anggaran tersebut secara melawan hukum dengan Pembelian tanah untuk pembangunan gedung seni dan budaya. Pembangunan Gedung seni dan budaya yang anggarannya telah dicairkan, tapi kegiatan tersebut tidak dilaksanakan (fiktif).

            "Kemudian juga Ditemukan pengeluaran-pengeluaran yang tidak dilampiri dengan bukti pertanggungjawaban (SPJ),"ucapnya.  Selain itu juga terdapat kekurangan volume terhadap beberapa pekerjaan fisik dan kelebihan pembayaran honor Lembaga-lembaga tidak dapat dipertangungjawabkan.

            "Ditemukan adanya silpa anggaran Desa yang belum disetorkan ke kas Desa. Namun anggaran tersebut sudah dicairkan dari Kas Daerah Kota Sungai Penuh,"bebernya.

            Terhadap dugaan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Anggaran Dana Desa Air Teluh Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh tahun Anggaran 2017- 2018 tersebut mengakibatkan terjadi Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 310.919.002,10 (tiga ratus sepuluh juta Sembilan ratus Sembilan belas ribu dua rupiah sepuluh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman