Breaking

Senin, 29 November 2021

Terkait Proyek Pengadaan Baju ASN, Herman Selaku PPTK Bungkam: Saya No koment..!


Sungai Penuh—Proyek Pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH) untuk ASN, Guru dan Pegawai Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, dengan nilai kontrak Rp 716 juta tahun 2021 terus menjadi sorotan dan terindikasi bermasalah. Pasalnya, waktu perjanjian kontrak atau penyelesaian pekerjaan telah habis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media dilapangan, Taylor Indonesia yang berada di simpang Lima Lampu Merah Koto Renah adalah selaku pengukur pakaian dinas yang akan dijahit.

Menurut pemilik Taylor Indonesia, pihaknya hanya sebagai pengukur baju bagi yang datang ke tempatnya. “Kami mengukur saja, siapa yang datang kami ukur. Hasilnya ukuran ada orang yang ambil,” kata Edi pemilik Taylor Indonesia ketika dikonfirmasi.

Ditanya berapa jumlah total yang telah mengukur baju? Menurutnya, jumlah sekitar 150 orang. “Kami tidak tau berapa jumlahnya. Tapi, jumlah yang sudah mengukur sekitar 150 orang , mengukur baju sudah sekitar dua bulan lalu,” katanya. Taylor indonesia 

Anehnya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Herman Gusnadi dikonfirmasi jambideadline.com, Lebih memilih bungkam menjawab pertanyaan awak media.

"Saya no coment dalam masalah ini,"ungkapnya.

Diketahui, di situs LPSE Kota Sungaipenuh, sekitar bulan Februari 2021 pemenang tender pakaian dinas harian Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh dimenangkan oleh CV.Masagi beralamat Taman Tirta Cimanggu Blok B-3 No.14 RT 06 RW13 Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Tanah Sareal – Bogor (Kota) – Jawa Barat, dengan dinilai kontrak Rp 716 juta. Namun, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi terkait realisasi fisik. Sedangkan, dikroscek di situs lpjk.net, tidak terlihat profil perusahaan tersebut.

Terpisah, sejumlah aktivis akan melaporkan kepihak hukum jika kasus pengadaan baju ASN ini tidak menemui titik terang.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman