Breaking

Senin, 31 Januari 2022

Mega Proyek Bandara Depati Parbo Kerinci Diduga Menggunakan Material Ilegal


Kerinci,-Mega Proyek Bandara Depati Parbo diduga gunakan material tanah timbunan Illegal, kini tengah menjadi sorotan publik, dari data yang didapatkan, Proyek Penyiapan Lahan Sisi Darat Tahap I Bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci dengan Nilai Kontrak sebesar Rp.14.099.969.622.65,- yang di kerjakan oleh CV. Kihendra Pratama.

Yang menarik, galian C yang diduga illegal ini masih beroperasi dan bisa berkerjasama dengan pihak bandara Depati Parbo dan CV. Kihendra Pratama menjadi teka-teki besar?

"Kok galian C illegal masih beroperasi di sana dan memasok kebutuhan Mega Proyek Bandara Depati Parbo?,"ujar Ega Roy Aktivis Kerinci, Minggu, (30/1/2022).

Dikatakan Ega Roy lagi, kalau pengakuan Kepala Bandara Depati Parbo Farel telah uji Labor, kok yang illegal di uji.

"Jangan jangan sudah main mata para pelaku bisnis proyek, dari Kepala Bandara Depati Parbo, Konsultan, PPK, CV. Kihendra Pratama dengan pemilik galian C illegal tersebut,"tegas Ega.

Farel Tobing Kepala Bandara Depati Parbo yang juga sebagai KPA Proyek Penyiapan Lahan Sisi Darat Tahap I Bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci dengan Nilai Kontrak sebesar Rp.14.099.969.622.65,- yang di kerjakan oleh CV. Kihendra Pratama belum bisa memastikan legalitas izin lahan tanah tempat pengambilan timbunan untuk proyek Bandara Depati Parbo.

Selain persoalan tanah timbunan yang diduga Illegal, ada yang menarik dan aneh Farel Tobing Kepala Kantor Bandara Depati Parbo yang juga sebagai KPA mengaku tidak kenal dengan konsultan pengawas, buka itu saja PPK Mega Proyek ini juga tidak dikenal.

"Saya tidak tahu mengenai Konsultan, sedangkan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) baru saja di ganti," ujar Farel singkat dilansir dari media siasatinfo.

Bukan hanya itu, farel selama Mega Proyek Bandara Depati Parbo dari tahun 2021 mengambil tanah dari lokasi galian C illegal.

“Tanah yang kami pakai tahun ini juga yang kami pakai tahun lalu”katanya.

Bahkan kata Farel, tanah di lokasi danau kerinci yang dipakai tersebut sudah lulus uji laboratorium yakni DMF dan JMF.

“Tanahnya berasal dari daerah danau kerinci dan sudah lolos tes uji dr laboratorium” terangnya.(die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman