Breaking

Sabtu, 29 Januari 2022

Terkait Tenaga Honorer Dirumahkan, Ini Penjelasan Direktur Rumah Sakit Umum Mayjend H.A Thalib



SUNGAI PENUH – Permasalahan Dirumahkan beberapa tenaga Honorer di RS MH Thalib juga tenaga Honorer puskesmas yang menjadi polemik ditegah masyarakat, sertaBerbagai tanggapan dan tudingan terhadap pemerintahan Ahmadi Antos, direktur RS MH Thalib dr.Iwan Suwindra, SpB angkat bicara.

Dirumahkan tenaga honorer RS MH Thalib tudingan terhadap pemerintahan Ahmadi Antos diungkapkan melalui akun facebook kenedi mengatakan” Baru seumur jagung Pemerintahan Wako Ahmadi Zubir – Alvia Santoni 69 Orang Tenaga Honorer RSUD H.A. Thalib dirumahkan, bukan itu saja Tenaga honorer Semua Puskesmas di kota Sungai Penuh juga di rumahkan.

Mereka juga sudah mengabdi puluhan tahun,. siapapun pemimpin dari dulu tidak pernah merumahkan tenaga honorer dipuskesmas, baru Wako ahmadi Zubir yg skrg merekah dirumahkan.

Kalau dibilang mau dihapus kenapa ada sebagian diterima tenaga honor yg baru dibeberapa puskesmas,.kalau memang masih boleh tenaga honorer dipuskesmas kenapa tidak dipanggil yg lama saja yg sdh mengabdi puluhan tahun,.ada apa?? Apa karena ada setoran / berbayar untuk menjadi tenaga honor/TKS, Tolong bantuannya bpk2 wartawan, LSM,. kasihan nasib tenaga honorer/TKS.

Ungkapan status akun facebook kenedi yang menuding pemerintahan walikota Ahmadi Zubir dan wakil walikota Alvia Santoni, tanpa mengetahui permasalahan penyebab dirumahkan” direktur RS MH Thalib dr.Iwan Suwindra, SpB Angkat bicara.

Direktur RSU MH Thalib dr.Iwan Suwindra, SpB Mengatakan ” Terkait dengan pemberitaan ini, sebenarnya bukan tidak berdasar. Ini semua agar sumber daya manusia yang ada di rumah sakit benar benar memiliki kredibilitas yang tinggi dan berkualitas serta berdisiplin didalam melaksanakan SOP dan etika profesi.


Tentunya dengan dasar hukum utk bisa bekerja dan melaksanakan profesi mereka di RS. Mereka yang kita rumahkan ada yang tidak disiplin dan tidak memiliki STR. Disamping itu setiap tahun kita selalu membuat MoU dan pernyatan terhadap semua tenaga honorer sesuai dengan aturan yang ada dimana mereka tidak boleh bekerja didua tempat karena ini sangat mengganggu pelayanan RSUD MHAT, Karena prioritas kita kedepannya adalah kepuasan didalam memberikan pelayanan dengan SPM sesuai dengan perwako.

Kami menyadari ini tugas berat dan ini akan berhasil apabila ada dukungan dari kita semua baik masyarakat pengunjung yang sadar akan prosedur pelayanan yang kami berikan. Disamping itu juga kita ingin mengevaluasi beban kerja dan operasional RS.dr.Iwan.

Terkait dengan jumlah karyawan honorer RS yang cukup banyak agar tunjangan kesejahteraan sesuai dgn beban kerja mereka. Kami mohon doa dan dukungan kita semua agar kami bisa memberikan yang terbaik dan kita bisa lepas dari pandemi ini. ” Ucap Direkur RSU MH Thalib dr.Iwan Suwindra, SpB. (Die)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman