Breaking

Selasa, 01 Februari 2022

Hanya Gara-Gara Genangan Air, Warga Tanjung Rawang Dikeluarkan Dari Desa


Sungai Penuh—Beredar surat Lembaga Kerapatan Desa Tanjung, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh yang tertuang dalam berita acara menindaklanjuti hasil rapat, Rabu 26 Januari 2022 tantang banyaknya pengaduan dari Masyarakat tentang permasalah air tergenang di Depan Rumah warga.

Terkait surat tersebut, 5 KK Warga Desa Tanjung dikeluarkan dari Desa mendapat banyak tanggapan. Diduga Surat tersebut tidak beralasan dengan tepat dan tidak pernah di musyawarahkan terlebih dahulu.

Dra Putliana, salah seorang guru SMK warga Tanjung merasa keberatan atas surat yang dikeluarkan oleh Lembaga Kerapatan Desa Tanjung. Sebab, alasanya surat tersebut soal genangan air dan pengaduan dari masyarakat.

“Kami tidak menolak dibangunnya pipa pembuangan air dari Kantor Desa Tanjung dan Hall, tetapi bawa (ajak) kami berunding dulu. Dan kami sudah memberi opsi, membuat saluran pipanya yang besar, dan dialiri dibelakang Hall Desa dan membuat pembatasan air dari Pasir. Namun, opsi itu tidak diterima, dan sebelum Bhabinsa dan Babinkamtibmas pernah datang kerumah, itu kami usulkan,” ungkap Dra Putlina kepada media indojatipos.com, Selasa (1/2/2022).

Ia juga menyayangkan keputusan surat yang ditandatangan oleh Kades, BPD, LKA Desa Tanjung, MUI Tanjung dengan alasan tidak mendukung pembangunan Desa.

“Saya tidak pernah ketemu dengan kades Tanjung (Junaidi red). MusrenbangDes juga tidak pernah diundangan. Sekali lagi kami tidak pernah menghambat pembangunan desa. Saya pun siap menyumbang gaji saya untuk beli tanah/pasir untuk penimbunan. Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah,” jelasnya.

Terpisah, Indra anak dari Eryana dan Darusalam mengungkapkan kepada media ini, mengungkapkan hal sama. Bahwa surat tersebut sudah bertentangan dengan undangan-undang dasar 1945. Persoalan Genangan air, Lembaga Kerapatan Desa Tanjung membuat surat mengeluarkan warga sebanyak 5 KK.

“Kami tidak ada nian menghambat pembangunan Desa, tetapi beberapa Opsi kami harus dilaksanakan, karena aliran air pembuangan saat banjir itu melewati depan rumah kami. Maka pipanya harus besar, supaya nanti tidak tersumbat atau mengaliri samping rumah kami,”ungkap Indra.

Junaidi, Kades Tanjung saat dikonfirmasi terkait adanya surat kerapatan Desa tanjung mengeluarkan 5 KK warganya dari Desa. Desa tidak akan melayani dalam segala urusan baik secara pemerintah, adat atau sebagainya dibawah ini.
“Saya tidak mau komentar banyak, silakan Tanya langsung dengan warga. Itu surat bukan dari Desa, tapi dari unsur 4 Jenis,” singkat Junaidi saat dihubungi via Telpon.

Yudi Hermawan, salah satu aktivis angkat bicara. Persoalan hal diatas haru diselesaikan dengan duduk bermufakat dan pihak pemerintah Kota Sungaipenuh, unsur aparat hukum harus ikut menyelasaikan. Supaya, hal ini tidak terjadi persoalan panjang yang tidak hal-hal lain.”Pemerintah, kesbangpol dan unsur forkompinda harus ikut turun menyelesaikan persoalan ini, dengan cepat,” kata Yudi kepada media ini.(tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman