Breaking

Minggu, 13 Maret 2022

Jegal Widia, Adi Purnomo Tebar Isu Suap


Dua Ketua PAC Kaget

Fotonya Mejeng di Media

 KERINCI- Posisi trio Yanwen-Adi Purnomo-Jendril  di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kini diujung tanduk. Kepengurusan DPC PDIP Kabupaten Kerinci terancam dibekukan. DPD PDIP Jambi memberi sinyal Ketua-Sekretaris-Bendahara (KSB) menjadi sasaran dicopot.

          Pembekuan KSB itu marak, setelah adanya desakan sejumlah PAC PDIP melalui mossi tidak percaya dan pengurus DPC PDIP Kerinci. Mereka menilai kepengurusan tidak becus dan melanggar instruksi DPP. Hasilnya, pertemuan dengan pengurus DPD pada 2 Maret di Jambi memberi sinyal pembekuan KSB. Syaratnya, PAC wajib mengusul nama pengganti yakni posisi ketua-sekretaris-bendahara.

          Kondisi ini membuat posisi trio Yanwen-Adi Purnomo-Jendril,  rapuh. Apalagi, mayoritas pengurus DPC PDIP Kerinci sudah merancang nama pengganti tiga elit partai berlambang banteng ketaton itu.

Opsi pertama Ketua Edison, Sekretris Robiyatuladawiyah Hasibuan dan bendahara Sri Wahyuni S.AP, M.AP. Opsi kedua posisi ketua Robiyatuladawiyah Hasibuan, sekretaris Hendriadi, SP dan bendahara Sri Wahyuni.

          Menariknya, PAC PDIP Kayuaro dan Kayuaro Barat yang menjadi basis Adi Purnomo juga ikut mendukung ‘pembekuan KSB’. Keduanya juga mengusul dua opsi pengganti KSB. PAC Kayuaro ditandatangani Ketua Soewondo dan sekretaris Ronal Regen. Sedangkan Kayuaro Barat diteken Ketua Eko Miartono dan sekretaris Agiran.

          Kondisi ini jelas membuat Ari Purnomo gerah. Merasa basisnya diganggu, dia melancarkan aksi. Memaksa dua PAC Kayuaro dan Kayuaro Barat membuat pernyataan menolak Pembekuan KSB.  Adi Purnomo juga menuding Robiyatuladawiyah (Widia) telah melakukan money politik, menyuap ketua PAC PDIP Kayuaro Suwondo dan Kayuaro Barat Eko Miartono Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu.

          “Ini fitnah dan pencemaran nama baik. Saya tidak menyuap seperti tudingan Adi Purnomo di Media Hang Tuah. Persoalan ini saya serahkan kepada Kuasa Hukum saya Amir Mahmud,” kata Robiyatuladawiyah kepada media, kemarin.

Kuasa Hukum Amir Mahmud menjelaskan berdasarkan pengakuan Suwondo dan Eko Miartono,  kedua dipaksa membuat surat penolakan Pembekuan KSB dan mencabut usulan Dua Opsi Pengganti KSB.

          “Kami didikte menulis yang disampaikan Ari Purnomo dan menandatangani surat penolakan pembekuan KSB. Setelah itu  Adi Purnomo lalu memotret surat yang dibuat disertai dengan uang. Kita gak tahu apa tujuannya. Eeee…tahu-tahu foto kami sudah terpampang di media Hang Tuah,” kata Suwondo dan Eko Miartono yang  disampaikan kepada Amir Mahmud Kuasa Hukum Robiyatuldawiyah.

          Tragisnya lagi, Ari Purnomo berkoar di media Hang Tuah Online menuding  Robiyatuladawiyah telah menyuap dua petinggi PAC PDIP Kayuaro dan Kayuaro Barat. Suapnya tidak besar Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu.

          Terus terang, kata  Eko Miartono mereka tidak tahu apa itu Hang Tuah dan lagi keduanya mengaku tidak pernah bertemu apalagi wawancara. “Kami mohon diluruskan, ” katanya.

          Terus terang kata Eko Miartono mereka menulis surat penolakan pembekuan KSB dibawah tekanan. Saat itu dirinya berada di Pasar Malam. Adi Purnomo minta dia naik

ambulance PDIP ke  rumah Kepala Desa Patok Empat.  “Kami ditekan menulis sesuai yang didikte Adi Purnomo. Merasa tidak enak,  kami memberitahu Ibu Widia tentang perbuatan Adi Purnomo,” kata Eko Miartono kepada Amir Mahmud Kuasa Hukum Robiyatuladawiyah Hasibuan

Kuasa Hukum menyayangkan pemberitaan Media Hang Tuah yang menyudutkan kliennya telah melakukan penyuapan, tanpa konfirmasi terlebih dulu dengan kliennya. Sementara sumber pemberitaan Suwondo dan Eko Miartono mengaku tidak pernah bertemu dan menyampaikan seperti yang ditulis Hang Tuah Online.

          “Saya menyayangkan pemberitaan Media Hang Tuah yang telah menyudutkan kliennya Robiyatuldawiyah telah melakukan money politik,” kata Amir Mahmud dalam jumpa pers, Minggu (13/3).

          Amir Mahmud minta kepada Hang Tuah Online untuk meluruskan pemberitaan. “Kita tidak melakukan somasi, bagaimanapun media itu kawan kita,” katanya.**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman